26.1 C
Jakarta
Sabtu, Desember 4, 2021

Sample Page Title

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id – Aktivis HAM di Indonesia bernama Munir Said Thalib meninggal dunia pada 7 September 2004 lalu, atau kini sudah 17 tahun.

Kasus kematian Munir masih menjadi misteri hingga saat ini, karena masih banyak kejadian yang masih belum terungkap.

Hingga kini setiap tahun, kematian Munir Said Thalib diperingati dalam upaya menolak lupa, Munir dibunuh karena setiap perkataan dan pernyataan diberikan benar.

Walaupun kasus ini beberapa kali dibentuk tim investigasi khusus, tapi hasilnya tidak pernah membuat publik puas.

Seperti diketahui Munir meninggal di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor GA-974.

Tepatnya pada 7 September 2004 di usianya yang ke-39 tahun. Munir meninggal dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda.

Sebelumnya pesawat itu transit di Bandara Changi Singapura.

Adapun, tujuannya pergi adalah untuk melanjutkan studinya di Universitas Utrecht.

Munir dimakamkan pada 12 September 2004 di TPU Sisir, Batu, Jawa Timur.

Sementara hasil autopsi menunjukkan adanya racun arsenik. Adapun dosis arsenik yang ditemukan pada jasad Munir memiliki dosis yang sangat fatal.

Sejumlah fakta dalam persidangan menyebutkan kemungkinan Munir diracun dalam penerbangan Jakarta-Singapura.

Namun, ada juga kemungkinan Munir diracun saat transit. Munir mulai merasakan sakit di perutnya usai transit.

Kasus pembunuhan kematian Munir ditemukan banyak kejanggalan. Pasalnya, Pollycarpus yang saat itu menjadi pilot ternyata sedang dalam masa cuti.

Bahkan Indra Setiawan mengatakan bahwa ia memberikan surat tugas kepadanya.

Tiga hari sebelum keberangkatan, Munir diketahui menerima telepon dari seseorang bernama Pollycarpus.

Dalam telepon itu Pollycarpus memastikan Munir untuk naik penerbangan GA 974.

Indra mengaku mendapat permintaan dari BIN, namun ia membantah telah terlibat dalam konspirasi pembunuhan Munir tersebut.

Bahkan pada persidangan, sempat terungkap adanya rekaman telepon antara Muchdi dengan Pollycarpus. Namun, rekaman itu tak pernah dibawa ke pengadilan.

Pada masa era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, sempat dibentuk tim pencari fakta untuk mencari kebenaran kasus ini.

Namun, hingga akhir masa kepemimpinannya, bahkan hingga sekarang, hasil investigasi itu tak pernah ditunjukkan pada publik.

Pada 10 Oktober 2016, Komisi Informasi Pusat membuat putusan agar pemerintahan di era Presiden Joko Widodo mengumumkan hasil investigasi tersebut.

Hingga kini, sampai pembunuhnya sudah bebas dan meninggal dunia, siapa sebenarnya otak pembunuhan Munir masih menjadi misteri yang belum terungkap. *

- Advertisement -

Latest news

Unit III Tipidkor Polres Lampura Menangkan Gugatan Prapid dari Kuasa Hukum Kades

Kabarmetro.id, LAMPUNG UTARA - Tim Bidang Hukum Polda Lampung melalui Subbid Bankum bersama Seksi Hukum Sub Bankum Polres Lampung Utara selaku kuasa...
- Advertisement -

Koramil 412-01dan Polsek Saksikan Pemusnahan Sisa Surat Suara Pilkati Kecamatan TBT

Kabarmetro.id, LAMPUNG UTARA - Komandan Koramil (Danramil 412-01) TBT Kapten Inf Jauhari yang diwakili oleh Serma Hermanto menghadiri dan saksikan pemusnahan sisa...

Bupati Suhatri Bur Terima Bantuan RUTILAHU dari Kemensos RI, Diserahkan Oleh Anggota DPR RI H.Jhon Kenedy Azis, SH.,MH.

Kabarmetro.id, PADANG PARIAMAN - Bertempat di Hall IKK (Ibu Kota Kabupaten) pada Jum'at (3/11), Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE. MM, menerima...

Aura Kasih Kasin Sinyal, Cari Jodoh?

Kabarmetro.id - Aura Kasih tak mau sendiri. Dia menantikan kehadiran jodoh menjelang pergantian tahun 2022 mendatang. Melalui Instagram, Aura mengaku ingin segera...

Related news

Cerita Mbah Syamsul Tukang Pijat Keliling, Ini Kisahnya

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Kakek asal Kelurahan Jati Kecamatan Mayangan Kota Probolinggo, setiap hari ditemani dengan tanda pengenalnya yang terbuat dari kardus,...

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemda Padang Pariaman Adakan Sosialisasi Bersama Ombudsman

Kabarmetro.id, PADANG PARIAMAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Rudy Repenaldi Rilis, S.STP., M.M. membuka Sosialisasi Peran Ombudsman dalam pengawasan pelayanan publik...

Maraknya Praktik Rentenir Berkedok Koperasi Harus Menjadi Perhatian Serius Pemerintah, Ini Pinta Ketua Komisi II

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Praktik lintah darat berkedok koperasi masih kerap terjadi, akan tetapi seringkali tidak disadari oleh masyarakat. Dalam aksinya, koperasi...

Bupati Suhatri Bur Harapkan Pelaksanaan Evaluasi Didikan Subuh Menambah Motivasi TPA/TPSA

Kabarmetro.id, PADANG PARIAMAN - Namun Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus menggalakkan Padang Pariaman Berjaya. Visi yang dicanangkan oleh Bupati Suhatri Bur, SE.,...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here