34.6 C
Jakarta
Selasa, Oktober 19, 2021

Respon Ahmad Basarah: Tingkatkan Posisi Tawar pada Dunia di Hari Peringatan ASEAN ke-58

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, JAKARTA – Wakil Ketua MPR yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah berharap, di usianya yang ke-54, Association of South East Asian Nations (ASEAN) bisa meningkatkan posisi tawar politik dan ekonomi mereka di hadapan negara-negara dunia. Keunikan perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara ini serta potensi besar pertumbuhan ekonomi kawasan layak dijadikan alasan untuk meningkatkan posisi tawar itu.

‘’Berbeda dengan European Union (EU), ASEAN memegang prinsip non-intervensi terhadap sesama anggotanya, termasuk non-intervensi di bidang ekonomi dan politik. Akibat prinsip ini, ASEAN jadi unik karena anggota asosiasi boleh menganut sistem demokrasi liberal, otoritarianisme, bahkan komunisme sekalipun,’’ kata Ahmad Basarah di Jakarta, Rabu (11/8), merespon peringatan hari jadi ke-54 ASEAN 8 Agustus 2021.

Dengan adanya keunikan seperti itu, lanjut Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini, negara-negara Blok Barat dan Blok Timur jadi punya kepentingan besar terhadap ASEAN. Tidak adanya persyaratan agar negara-negara anggota mengikuti aturan yang telah ditetapkan untuk kepentingan bersama seperti yang dialami EU dan organisasi regional lain membuat ASEAN jadi elastis, dinamis, juga penuh tantangan.

“Prinsip non-intervensionis pada dasarnya sesuai dengan prinsip utama yang dianut bangsa Indonesia, yakni kemerdekaan setiap bangsa. Tapi di masa depan, di atas prinsip ini harus diletakkan prinsip kemanusiaan, seperti yang dinyatakan Bung Karno ‘my nationalism is humanity’. Semangat kemanusiaan inilah yang nantinya bisa dijadikan alat oleh ASEAN untuk bersikap lebih tegas saat menghadapi krisis kemanusiaan seperti yang terjadi di Myanmar,’’ jelas Ahmad Basarah.

Menurut Dosen Pascasarjana Universitas Islam Malang ini, jika keunikan regional yang dimiliki ASEAN diperkuat dengan prinsip kemanusiaan itu, ASEAN akan memiliki posisi tawar politik yang tinggi saat melihat krisis dunia seperti yang kini terjadi di Laut Cina Selatan (LCS). Sementara dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang baik, ASEAN juga memiliki posisi tawar ekonomi yang kuat berhadapan dengan organisasi-organisasi ekonomi dunia.

Seperti diketahui, ASEAN saat ini menjadi blok ekonomi strategis setelah bersama Tiongkok, Jepang, Selandia Baru, Korea Selatan, dan Australia menandatangani Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Cooperation (RCEP). Kemitraan ini dicetuskan dalam KTT ASEAN di Bali pada 2011 dan menjadi kemitraan dagang terbesar di dunia, mencakup 30,2 persen GDP dunia, 27,4 persen perdagangan dunia, serta 29,8 persen Foreign Direct Investment (FDI) dunia. Kerjasama ini turut mencakup 29,6 persen populasi dunia, serta mencakup 2,2 miliar calon konsumen.

“Dengan potensi ekonomi sebesar itu, ASEAN dan mitranya bisa punya posisi tawar menghadapi perkembangan di Laut Cina Selatan. Jangan sampai ketegangan antara blok Barat dan Tiongkok itu merugikan ASEAN dan RCEP. Bahkan ASEAN idealnya dapat menjadi pihak yang turut mendorong penyelesaian persoalan di LCS, atau turut mendorong terciptanya keamanan dunia,” tegas Ahmad Basarah.

Blok Barat dan Tiongkok kini mengalami ketegangan di LCS setelah Tiongkok potensial untuk menjadi hegemoni ekonomi baru dunia pada 2050. Pertumbuhan ekonomi negeri ini tetap berada di angka 2,3 persen di akhir 2020, ketika ekonomi seluruh dunia terkena pandemi Covid-19. Ini mendorong perhatian blok Barat yang mengkhawatirkan China menjadi pemain tunggal dalam perekonomian pasca Covid-19.

Ahmad Basarah juga mengingatkan, perjanjian kerjasama ekonomi ASEAN dalam kemitraan RCEP harus menjadi kemitraan yang menguntungkan seluruh anggota ASEAN. Dia berharap jangan sampai stabilitas negara di kawasan yang tercipta oleh prinsip non-intervensionis menjadi lahan subur bagi investasi sekaligus potensi konsumen dari negara-negara maju yang bermitra.

‘’Kemitraan harus saling menguntungkan dan demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Jangan sampai muncul anggapan bahwa ASEAN menjadi kawasan untuk produksi karena buruh murah, serta lokasi menjual produk hasil produksi pada saat bersamaan,” Jelas Ketua Umum PA GMNI ini.

Indonesia menjadi salah satu negara yang turut berkomitmen untuk mendirikan ASEAN, melalui deklarasi bersama di Bangkok pada 8 Agustus 1967 bersama Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Perkumpulan ini semakin membesar dengan bergabungnya Brunei Darussalam, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Kamboja. Hingga kini ASEAN beranggotakan 10 negara. (Red)

- Advertisement -

Latest news

Meterisasi PJU dan Penggantian Bohlam LHE Dapat Menekan Tagihan PJU

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Untuk menerangi Kota Probolinggo di malam hari dan menghemat listrik, Dinas Perhubungan Kota Probolinggo mengganti puluhan bola lampu...
- Advertisement -

Selama Enam Hari ASN Berpakain Ala Santri, Ada Apa?

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Pemandangan berbeda terlihat di lingkungan Pemkot Probolinggo, Jawa Timur. Seluruh ASN pria berpakaian ala santri. Para pegawai berpakaian...

Peringati Maulid Nabi SAW Puluhan Anak Disunat Masal

Kabarmetro.id, KOTA PROBOLINGGO - Sebanyak 40 anak mengikuti sunatan massal yang digelar oleh Klinik Mayang Medika Jalan Patimura Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Mayangan...

Pangkalan TNI AL Sabang Peringati Maulid Nabi Muhammad

Kabarmetro.id, SABANG - Keluarga besar Pangkalan TNI AL Sabang menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah/2021 Masehi bertempat di Pondok rekreasi...

Related news

Pergantian Antar Waktu, Jupi Resmi Dilantik Menjadi Anggota DPRD Lampung Utara

Kabarmetro.id, LAMPUNG UTARA - Ketua DPRD Lampung Utara, Romli mengambil sumpah jabatan Jupi Sunandar sebagai anggota DPRD Lampung Utara fraksi PDIP untuk...

Ketua DPR Puan Maharani: Jangan Ada Kompromi untuk Prokes Karantina!

Kabarmetro.id, JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani mengingatkan agar aturan karantina bagi siapa pun yang baru datang dari luar negeri dijalankan secara...

Anggota DPR RI John Kenedy Azis: Warga Padang Pariaman yang Terdampak Abrasi Sungai Dapatkan Bantuan Kemensos

Kabarmetro.id, PADANG PARIAMAN - Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis sedang mengupayakan warga yang terdampak abrasi sungai di Korong Talao...

Anggota DPR RI Komisi VIII Jhon Kenedy Azis di Dampingi Tim Kemensos RI, Kunjungi Korban Kebakaran Sekaligus Serahkan Bantuan di Pasar Sungai Garinggiang

Kabarmetro.id, PADANG PARIAMAN - Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis Bersama Tim dari Kemensos RI meninjau langsung korban kebakaran dan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here