Laporan Korupsi Dana Desa di Polres Lampung Utara 3 Tahun Tanpa Proses

0
2166
Foto Ilustrasi

Kabarmetro.id, LAMPUNG UTARA – Selama hampir Tiga tahun, Laporan Dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Sumbertani Kusnadi, Mandek tanpa ada proses Hukum yang jelas di Polres Lampung utara, yang terkesan adanya pembiaran terhadap terduga pelaku untuk kembali mengulangi perbuatanya, lantaran Merasa kurang puas dalam menduduki Tahta sebagai Kepala Desa Sumbertani Kecamatan Abung pekurun Kabupaten Lampung Utara.

Meskipun di duga kuat, pelaku serta kroninya telah berhasil melahap ludes Ratusan juta rupiah anggaran Dana Desa (DD) Desa Sumbertani, selama tiga tahun berturut-turut untuk memperkaya diri sendiri demi memuaskan hasratnya, tanpa ada proses Hukum, membuat Kepala Desa (Kades) Kusnadi, kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Desa yang akan di gelar secara serentak pada tahun ini, meskipun dirinya telah dilaporkan atas Dugaan Korupsi anggaran Dana Desa (DD) ratusan juta rupiah.

Hal Dugaan Korupsi ini dapat terbukti dari tidak adanya pembangunan sarana Fisik yang dikerjakan selama kepemimpinanya, meskipun dalam Rancangan Anggaran Belanja Desa (AP BEDES) terdapat beberapa Item pekerjaan pembangunan sarana Fisik, tetapi fakta lapangan tidak ditemukan alias Fiktif.

Terkait dengan Ludesnya Ratusan juta rupiah anggaran Dana Desa (DD) Desa Sumbertani yang di duga telah di lahap oleh Kepala Desa (Kades) Kusnadi, Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) telah melaporkanya kepada Unit Tindak Pidana Korusi (Tipidkor) Satreskrim Polres Lampung utara, namun sangat di sayangkan, Laporan tersebut hingga kini tak ada kejelasanya, bahkan di duga Laporan tersebut telah hilang.

Dalam keterangan Persnya, Kordinator Daerah (Korda) Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Lampung utara MA. Jupri arsil mewakili Ketua umum Alian arsil menjelaskan,” Sangat di sayangkan, Ratusan juta rupiah anggaran Dana Desa (DD) Desa Sumbertani, yang seharusnya dapat bermanfaat bagi peningkatan pembangunan sarana Infrastruktur Fisik, ternyata di Duga ludes, begitu saja, akibat di Korupsi oleh oknum Kepala Desa (Kades) Kusnadi, yang memanfaatkan kewenangan dan jabatanya selaku pengelola anggaran dengan memfiktifkan beberapa kegiatan sarana pembangunan Fisik,” jelas MA. Jupri Arsil.

Lanjutnya lagi,” Setidaknya ada beberapa kegiatan Fiktif yang Diduga telah dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Kusnadi, yang merugikan keuangan Negara, Diantaranya, pembangunan Drainase Type 60 dengan Volume 500 meter bernilai Ratusan juta rupiah, pada tahun 2019, tetapi Fisiknya tidak ada hingga kini, berlanjut pada kegiatan Peningkatan sarana Jalan pada tahun 2020 dengan nilai anggaran 385.065.300, juga tak ada Fisiknya, belum lagi penyelewengan anggaran pada kegiatan lainya, yang bernilai Ratusan juta rupiah, ludes tanpa ada realisasi pembangunanya,” Ini juga telah di perkuat oleh keterangan dari Pihak Inspektorat, yang menyatakan ada kegiatan sarana Fisik Fiktif di Desa Sumbertani,” terangnya.

” Namun sangat di sayangkan, meskipun telah kami Laporkan sejak Tiga tahun lalu, hingga kini tak ada proses Hukumnya,” Kami menduga telah ada upaya dari Oknum dan Pihak-pihak tertentu, yang sengaja untuk menghambat serta menginginkan proses Hukumnya tidak berjalan, agar Oknum Kepala Desa (Kades) Kusnadi, dapat lepas dari jerat Hukum,” Semoga dengan Kepemimpinan Kapolres yang baru ini, dapat tegas dan mampu memberikan kepastian Hukum bagi para pencari keadilan,” ketus MA. Jupri arsil Korda LAKI. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here