Kades Dermawan Suka Berbagi Berkah untuk Tutupi Dugaan Korupsinya agar Tak Diproses Hukum

0
1952
Kusnadi Kepala Desa Sumber Tani Kecamatan Abung Pekurun Kabupaten Lampung Utara

Kabarmetro.id, LAMPUNG UTARA – Sifat Dermawan dan kerap berbagi Berkah kepada orang lain, meskipun orang tersebut tak disukai serta karena ada maunya, Diduga kuat menjadi penyebab utama dugaan Korupsi Dana Desa (DD) oleh Kusnadi, Kepala Desa Sumbertani Kecamatan Abung pekurun Kabupaten Lampung utara, Nyaris tanpa proses dan selalu lolos dari Jerat Hukum, walaupun dugaan tersebut hampir dapat terbukti Nyata, andai saja APH serius untuk memperosesnya, atas Dasar Bukti awal Temuan dari Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI), yang semakin diperkuat oleh Temuan dan pernyataan pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Utara, Senin (19/7).

Pasalnya, meskipun telah dilaporkan Oleh Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) selama lebih tiga tahun berjalan, Proses hukumnya di Unit Tipikor Polres Lampung utara sepertiya tak berjalan, lantaran Kepala Desa (Kades) Sumber tani Kusnadi, memiliki Sifat Dermawan dan kerap berbagi Berkah kepada orang lain, meskipun orang tersebut tak disukainya, asalkan orang tersebut bersedia untuk untuk diam dan tak menggubris dugaan Korupnya.

Begitu jugapun pihak Inspektorat, selaku Satuan Kerja (Satker) terkait, dalam bidang pengawasan dan pembinaan, terkesan kurang Efektif dalam melakukan Monitoring dan Evaluasi, seperti contoh saat Pihak Inspektorat melakukan Pembinaan dan pengawasan (Binwas) realisasi penggunaan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2020, tetapi Monitoring dan Binwas Administrasi serta Cek Fisik kegiatanya dilaksanakan pada hari selasa tanggal 16 Februari tahun 2021 lalu, padahal pihak Inspektorat pernah menyatakan kepada Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Bahwa ada kegiatan Fiktif di Desa Sumber Tani.

Pasalnya, pihak Inspektorat yang melaksanakan Binwas hanya datang seorang diri, yang pada saat itu hanya di wakili oleh Irban 1, Patoni, SE., MM dengan dalih Tim lainya sedang Binwas dan berada di Desa lainya.

Berdasarkan Fakta tak lazim dan Alotnya proses Hukum, terhadap Kepala Desa Sumber Tani Kusnadi, yang diduga kuat melakukan Korupsi anggaran Dana Desa (DD) sejak tiga tahun berturut-turut lamanya, hingga berhasil meraup keuntungan Pribadi mencapai Ratusan juta rupiah.

Hal ini Membuat Ketua umum Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI), Murka dan menyatakan kejengkelanya dengan Kalimat sedikit Bijak namun menyindir,” Saya menduga, tidak seriusnya APH dalam memproses Hukum, Dugaan Korupsi Kepala Desa Sumber Tani, Kusnadi,” Semuanya terjadi karena Kepala Desa (Kades) Kusnadi, orangnya memiliki Sifat Dermawan dan jiwa Sosial yang sangat tinggi serta Kerap suka berbagi Berkah, meski pada orang yang tak disukai, asalkan orang tersebut mau menuruti kehendaknya untuk diam dan berkongkalikong bersamanya, dalam upaya menutupi dugaan Korupsinya.

“Pantaslah kalau begitu, dia tetap nyaman hingga saat ini, tanpa Proses Hukum, hingga dirinya terkesan Kebal Hukum,” cibir Alian arsil.

Cibirnya lagi,” Emangnya Pihak Inspektorat hanya Irban itu saja adanya, masak Monitoring Binwas Kegiatan tahun 2020 dilakukan pada tahun 2021, Sendirian lagi, tanpa ada Tim lainya, apa saja kerja dan Fungsi mereka selama ini.”

Atau juga saya rasa, akibat kedemawanan sang Kades itu, hingga membuat semuanya terkesan Hutang budi dan enggan Memprosesnya, ketus Ketua Umum Lembaga Anti Korupsi Indonesia, berseloroh.

Anehnya lagi, meskipun telah di Telephone Puluhan kali dan dikirim pesan Chat melalui Aplikasi Whatsapp di nomor pribadinya 0858 0945 7xxx, untuk di Konfirmasi dan demi pemberitaan yang berimbang, terkait semua Dugaan yang dialamatkan kepadanya, Kepala Desa (Kades) Kusnadi tak pernah mau menjawab ataupun membalas, meski Handphonenya dalam keadaan Aktif. (Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here