27.1 C
Jakarta
Minggu, September 19, 2021

Saran Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Saatnya Pemerintah Minta Maaf Kepada Rakyat

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, JAKARTA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Dr. H. M Hidayat Nur Wahid, MA menyarankan agar Pemerintah meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena belum berhasil menangani wabah Covid-19. Selain itu Hidayat juga meminta pemerintah untuk mengajak Masyarakat melakukan gerakan gotong royong nasional.

Langkah tersebut menurutnya, diperlukan mengingat korban terpapar dan kematian akibat Covid-19 terus bertambah. Demikian juga mereka yang terdampak secara materi akibat Covid-19. Hidayat menegaskan bahwa permintaah maaf itu sebagai bentuk tanggung jawab moral, agar ajakan kepada rakyat untuk melakukan gerakan gotong royong nasional melawan Covid-19 bisa disampaikan dengan elegan, sehingga bisa diikuti dan ditaati oleh rakyat.

“Sebaiknya Presiden Joko Widodo menyampaikan permintaan maaf kepada Rakyat Indonesia, karena faktanya target-target dalam mengatasi pandemi Covid-19 hingga kini belum bisa diwujudkan. Bahkan virus Covid-19 makin menyebar dengan varian baru yang lebih berbahaya, disertai korban yang makin banyak. Ini penting guna menunjukan empati kepada rakyat, untuk selanjutnya mengajak rakyat melakukan gerakan gotong royong nasional melawan Covid-19, sebelum meminta tolong ke masyarakat internasional,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (9/7).

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid mengingatkan, lebih dari satu setengah tahun pemerintah tidak berhasil mengendalikan wabah Covid-19. Bahkan semakin banyak, menyebabkan fasilitas kesehatan kolaps, korban jiwa dokter dan tenaga kesehatan serta tokoh agama dan anak-anak terus bertambah. Bahkan angka kematian masyarakat terpapar Covid-19 sebagai salah satu yang tertinggi di dunia.

“Ini sangat memprihatinkan. Pemerintah harus memperhatikan bahwa kematian tenaga kesehatan meningkat. Menurut data di Pusara Digital Lapor Covid-19, tenaga kesehatan yang meninggal mencapai 434 dokter, 367 perawat, dan 167 bidan. Semoga Allah menerima mereka yang wafat sebagai syuhada, serta menjaga dan mensehatkan para tenaga kesehatan yang sedang bertugas,” ujarnya.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, saat ini pemerintah juga gagal mengajak masyarakat untuk bersama melawan Covid-19 karena tidak adanya strategi yang jitu dan kepemimpinan yang efektif dalam mengatasi Covid-19. Selain itu, pemerintah juga cenderung mementingkan aspek ekonomi, dibandingkan keselamatan nyawa masyarakat. Akibatnya, perang melawan Covid-19 tidak bisa segera dimenangkan.

“Tingkat penularan Covid-19 di Indonesia membuat banyak rumah sakit kekurangan tenaga kesehatan. Sementara itu, tenaga kesehatan semakin banyak yang terpapar, makin banyak juga yang meninggal. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam rangka melaksanakan kewajiban konstitusi. Yaitu melindungi bangsa dan negara, termasuk dari Covid-19,” tuturnya.

HNW meminta agar Presiden Jokowi fokus memprioritaskan penyelamatan bangsa Indonesia dan masa depan Indonesia dengan mengutamakan penyelamatan para tenaga kesehatan (dan rumah sakit), tokoh agama, anak-anak dan rakyat Indonesia pada umumnya dari amukan wabah Covid-19 sebagai kewajiban menjalankan amanat konstitusi. HNW juga mengingatkan bahwa tanpa solidaritas dan kesadaran serta gotong royong nasional akan sulit memenangkan perang melawan Covid-19 yang terlanjur menyebar seperti saat ini.

“Tetapi solidaritas rakyat agar makin aktif membantu negara, juga terkait dengan empati pemerintah terhadap rakyat, yang antara lain dengan menunjukan keikhlasan dan kelegowoan meminta maaf kepada rakyat Indonesia karena pemerintah belum berhasil melindungi Rakyat Indonesia dari Covid-19, malah penyebarannya makin mengkhawatirkan,” ujarnya.

HNW juga berharap agar Presiden Joko Widodo juga menegur jajarannya yang tidak memberikan laporan sebenarnya terkait dengan kondisi rumah sakit yang semakin mengkhawatirkan, dan beberapanya dikabarkan sudah kolaps.

“Kita harus mengakui bahwa saat ini kondisi sudah sangat mengkhawatirkan, dan selain gerakan gotong royong nasional, pemerintah juga tidak perlu malu apabila perlu meminta bantuan negara sahabat sebagai bentuk gotong royong secara internasional, selama bantuan itu tidak mengikat yang bisa menggadaikan kedaulatan Bangsa dan Negara” pungkasnya. (Red)

- Advertisement -

Latest news

Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir Sandang Gelar Adat Datuak Rajo Nan Sati Dikukuhkan Oleh LKAAM

Kabarmetro.id, PADANG - Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir resmi menyandang gelar Datuak Rajo Nan Sati. Gelar adat ini diberikan dari kaum...
- Advertisement -

Duel Anthony Joshua Lawan Tyson Fury Akan Terwujud?

Kabarmetro.id - Juara dunia kelas berat, Anthony Joshua bertekad untuk melakukan segala daya untuk bertemu Tyson Fury di atas ring. Joshua sebenarnya...

Pemkab-Kemenkop UKM Berikan Pelatihan Vocational Pengembangan Marketing Mix

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Sebagai upaya memberikan pemahaman kepada UMKM dalam mengelola usahanya agar dapat meningkatkan omsetnya dan perluasan pasar melalui marketing mix,...

Pertemuan G20, Agar Capai Target SDGs Indonesia Dukung Pertanian Afrika

Kabarmetro.id, ITALIA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak negara G20 meningkatkan peran sektor pertanian berkelanjutan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs),...

Related news

Tegas! Pernyataan Puan Maharani Seret Nama Presiden

Kabarmetro.id, JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani mengeluarkan pernyataan tegas soal masuknya sejumlah kapal China ke Laut Natuna Utara.

Bamsoet Sebut Kecil Kemungkinan Ada Penumpang Gelap untuk Merubah Pasal 7 Terkait Periodesasi

Kabarmetro.id, BALI - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menegaskan keberadaan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sangatlah mendasar dan mendesak. PPHN diperlukan sebagai bintang...

Pemilu 2024, Mendagri Dorong Efisiensi Anggaran

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M Tito Karnavian mendorong efisiensi anggaran Pemilu 2024. Sebab, pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19, masih menjadi...

Bawaslu Pesibar : PP Nomor 94 Tahun 2021 Mudahkan Bawaslu dalam Pengawasan Netralitas ASN

Kabarmetro.id, PESISIR BARAT - Bawaslu Kabupaten Pesisir Barat mengapresiasi terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here