Satgas Nemangkawi Tangkap Ketua KNPB Merauke

0
167
Manuel Metemko alias EKM (38) ditangkap Satgas Nemangkawi

Kabarmetro.id, PAPUA – Pelaku penyebar informasi hoaks yaitu Manuel Metemko alias EKM (38) ditangkap Satgas Nemangkawi, di Jalan Perikanan Darat, Kelurahan Kelapa V, Kecamatan Merauke, Kabupaten Merauke, Papua, pada Rabu (9/6).

Penangkapan terhadap pelaku Manuel dilakukan atas penyelidikan, yang telah dilakukan sebelumnya oleh Satgas Nemangkawi. Dengan adanya LP/A/252/VI/2021/SPKT/Sat Reskrim/Res Merauke/Polda Papua, tanggal 07 Juni 2021.

Pelaku Manuel telah menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian permusuhan individu maupun kelompok masyarakat dengan SARA. Adapun Barang bukti yang berhasil disita berupa 1 (Satu) Buah Ponsel merk VIVO warna Biru.

“Pemilik akun facebook Manuel Metemko a.n EKM Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Merauke harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang telah berulangkali melakukan tindakan penyebaran berita yang tidak benar atau hoaks, provokasi, kebencian antar pribadi maupun kelompok masyarakat,” ungkap Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Pol. Iqbal Alqudussy, dalam keterangan pers, Kamis (10/6).

Saat ini, Tim Satgas Siber telah nembawa tersangka ke Polres Merauke untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tentunya pemeriksaan Digital Forensik terhadap barang bukti yang diamankan.

“Nanti akan dikembangkan kembali, berapa postingan-postingan yang hoaks dan provokatif dalam pemeriksaan pelaku maupun dari hasil digital forensik,” tegas Kombes Iqbal.

Pelaku dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA dan berita Bohong (Hoaks) melalui aplikasi media Sosial facebook.

Atas perbuatannya, Kombes Iqbal menegaskan, pelaku dijerat Pasal 45A Ayat (2) Juncto Pasal 28 Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008.

Ia pun berpesan, “Janganlah membuat berita Hoax atau tidak benar, memprovokasi masyarakat dengan berita-berita kebencian yang berakibat permusuhan di bumi Papua, Masyarakat ingin hidup damai,” ucapnya. (Red)

Tinggalkan Balasan