27 C
Jakarta
Rabu, Juni 16, 2021

Bantah Data ICW, KPK Soal Tren Penindakan Korupsi

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan data yang digunakan Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam menggambarkan Tren Penindakan Kasus Korupsi tahun 2020 oleh lembaga antirasuah.

Dalam laporannya, ICW menyebut penindakan kasus korupsi yang ditangani KPK pada 2020 merosot hingga titik terendah sejak 2015. ICW menyebut KPK menangani sebanyak 15 kasus selama 2020 atau hanya 13 persen dari target penanganan sejumlah 120 kasus.

Plt Jubir KPK Ali Fikri, data yang digunakan ICW itu hanya berasal dari publikasi KPK bidang penindakan periode semester pertama 2020 pada Juni 2020 lalu.

“Kami menyayangkan data yang dipakai ICW untuk menarik kesimpulan dan telah dipublikasikan tersebut,” kata Ali dalam keterangannya, Senin (19/4).

Ali mengatakan, KPK memiliki target penanganan perkara sebanyak 120 kasus sebagaimana yang telah disampaikan pada laporan tahunan 2020 pada 30 Desember 2020 lalu. Dari target tersebut, telah terealisasi sebanyak 111 penyelidikan, 91 penyidikan dengan jumlah tersangka 109 orang, 75 penuntutan, 92 perkara yang berkekuatan hukum tetap, dan 108 perkara telah dilakukan eksekusi.

Oleh karena itu, Ali menegaskan, jumlah perkara baru yang ditangani KPK pada 2020 sebanyak 91 perkara. Jumlah tersebut belum termasuk sisa perkara yang sedang berjalan dan ditangani KPK sebelum 2020 sebanyak 117. “Dengan demikian di tahun 2020 jumlah total perkara yang ditangani KPK sebanyak 208 perkara,” kata Ali.

Selain itu, KPK menilai ICW tidak menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi lembaga antikorupsi dalam menangani kasus korupsi. Dikatakan Ali, pada 2020 KPK dihadapkan tantangan dalam menjalankan fungsi penindakan dengan adanya pandemi Covid-19.

Kebijakan adanya pembatasan sosial berskala besar oleh pemerintah mengharuskan KPK untuk membatasi para pegawai dalam melaksanakan tugas. “Kebijakan ini sebagai salah satu upaya perlindungan terhadap insan KPK dari penyebaran wabah Covid-19,” kata Ali. (Red/KM)

- Advertisement -

Latest news

RSUD Waluyo Jati Kraksaan Direkomendasikan Sebagai Rumah Sakit Kelas B

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati Kraksaan mendapatkan visitasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi...
- Advertisement -

Dispendik Sosialisasikan Tata Cara Penulisan Ijazah

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Sebagai upaya penyelenggaraan proses belajar dan ujian bagi peserta didik, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo...

Alkes Impor, Luhut Sayangkan Pemesanan Lima Kali Lipat Produksi Lokal

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penyerapan produk alat kesehatan (Alkes)...

Dampingi Wabup Bondowoso, Kasdim 0822 Resmikan Kampung Tangguh Bersih Narkoba

Kabarmetro.id, BONDOWOSO - Kalimat bebas narkoba dalam judul tulisan ini mengandung maksud sesuai dengan Program Indonesia Negeri Bebas...

Related news

Alkes Impor, Luhut Sayangkan Pemesanan Lima Kali Lipat Produksi Lokal

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, penyerapan produk alat kesehatan (Alkes)...

Presiden Jokowi Soroti Progam Kampus Merdeka

Kabarmetro.id, JAKARTA - Saat berbicang dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Presiden Joko Widodo...

Klaim Pejabat Kemenkeu Tak Ada Niat Kenakan Pajak Pendidikan

Kabarmetro.id, JAKARTA - Staf Khusus Menteri Keuangan (Stafsus Menkeu) Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengklaim, tidak ada niatan...

Punya Ciri Khas dan Unik, UMKM Harus Bangun Produk Unggulan

Kabarmetro.id, BANDUNG - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan bahwa pelaku UMKM harus mulai masuk ke produk-produk...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan