32.6 C
Jakarta
Sabtu, Juni 12, 2021

Ketua DPD RI Sebut Dana Pinjaman Kebencanaan dari Jepang Sasaran yang Jelas

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, SURABAYA – Badan Kerja sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) memberikan pinjaman 50 miliar yen atau sekitar Rp6,5 triliun (kurs Rp130,8 per yen) kepada pemerintah Indonesia.

Utang tersebut diberikan usai penandatanganan kesepakatan pinjaman lunak Official Development Assistance (ODA) antara Jepang dan Indonesia dalam rangka Disaster Resilience Enhancement and Management Program Loan (II).

Adapun tujuan program tersebut adalah mendukung pelaksanaan kebijakan dan strategi terkait bencana di Indonesia melalui dialog kebijakan, yang hadir untuk memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas dalam menghadapi bencana alam dan menyediakan bantuan anggaran yang dibiayai bersama French Development Agency (AFD).

Atas hal tersebut, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah transparan dalam memberikan informasi kepada publik.

“Bantuan yang merupakan pinjaman harus digunakan sebagaimana mestinya dengan pencapaian sasaran yang jelas,” ujar LaNyalla di Surabaya, Selasa (6/4).

Mantan Ketua Umum PSSI itu merasa miris oleh karena dalam kondisi kebencanaan seringkali ada pihak-pihak yang melakukan penyelewengan, sehingga anggaran habis, namun tujuan tak tercapai.

“Sedangkan bantuan pinjaman harus dikembalikan oleh rakyat. Maka, saya mengajak agar dana pinjaman ini digunakan secara profesional dengan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegas alumnus Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu melanjutkan, sebagaimana diketahui, Indonesia sendiri merupakan wilayah yang rawan terjadi bencana. Atas dasar itu, Senator Dapil Jawa Timur itu meminta agar pengelolaan dana pinjaman kebencanaan tersebut benar-benar dikelola tepat sasaran dan kebutuhan.

“Pengunaannya juga harus sesuai dengan kebutuhan. Jangan hanya sekadar yang penting anggaran telah habis tersalurkan, tanpa melihat manfaatnya. Indonesia ini merupakan wilayah yang rentan bencana. Seyogyanya hal itu serius untuk diurus,” ingat LaNyalla. (Red/KM)

- Advertisement -

Latest news

Pemerintah Arab Saudi Putuskan, Hanya untuk 60.000 Jemaah Haji Tahun 2021

Kabarmetro.id, RIYAD – Arab Saudi memutuskan pelaksanaan haji 2021 hanya diperuntukkan bagi jemaah yang sudah berada di dalam...
- Advertisement -

Fahri Hamzah Sebut UU KPK Mengintegrasi ke Sistem Peradilan Pidana Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA - Mantan pimpinan DPR Fahri Hamzah menilai, polemik penertiban Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah berada di...

Upacara Welcome And Farewell Parade Iringi Pisah Sambut Kapolres Lampung Tengah

Kabarmetro.id, LAMPUNG – Polres Lampung Tengah menggelar upacara welcome and farewell parade dalam rangkaian acara pisah sambut Kapolres...

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pelaksanaan KONI Porkab 2021 Ditunda

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo akhirnya menunda pelaksanaan...

Related news

Panglima TNI dan Kapolri Rangkul Tokoh Agama Untuk Tekan Covid-19 di Bangkalan

Kabarmetro.id, BANGKALAN - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung penanganan Covid-19...

PPnBM dan PPN Sembako Dibenturkan, Respon Sri Mulyani: Teknik Hoax Bagus Banget!

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons pertanyaan salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi...

Presiden Telepon Kapolri, Polri Langsung Tangkap 24 Preman di Tanjung Priok

Kabarmetro.id, JAKARTA - Jajaran Satuan Reserse Polres Metro Jakarta Utara menangkap 24 preman yang kerap melakukan pungutan liar...

Kapolri Instruksikan Seluruh Polda Berantas Aksi Premanisme yang Resahkan Masyarakat

Kabarmetro.id, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh Polda dan Polres jajaran untuk memberantas setiap aksi...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan