29.6 C
Jakarta
Sabtu, April 10, 2021

Butuh Dua Kali Suntikan Vaksin Capai Titer Optimal Guna Melawan Virus

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, JAKARTA – Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, adanya tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat yang terinfeksi Covid-19 seusai divaksin dosis pertama, tentu pada saat divaksinasi mereka belum memiliki gejala Covid-19 .

“Kita tahu bahwa 40% kasus Covid-19 adalah kasus yang memiliki gejala. Sementara 60% memiliki gejala yang sangat ringan bahkan hampir tidak merasakan gejala pada orang yang terinfeksi Covid-19,” ujarnya dalam keterangan pers terkait Penjelasan Mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Covid-19 yang di tayang di laman media sosial Kemkes yang dipantau, Kamis (25/2).

Nadia menyebutkan, masa inkubasi virus Covid-19 adalah 1-14 hari, sehingga rentan waktu yang cukup lebar dengan rata-rata 5 sampai 6 hari sebelum munculnya gejala. Ha itu yang menyebabkan bahwa keterpaparan terhadap virus Covid-19 itu sangat mungkin terjadi pada saat sebelum menerima vaksin.

Nadia menjelaskan, vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac membutuhkan 2 kali dosis penyuntikan. Sebab sistem imun memerlukan waktu untuk lewat paparan yang lebih lama, sehingga sistem imunitas mengetahui bagaimana cara paling efektif untuk melawan virus.

“Artinya, kita ketahui bahwa antibodi itu dibutuhkan dari penyuntikan dosis kedua untuk bisa kemudian mencapai titer optimal untuk melawan virus,” ujarnya.

Nadia menyebutkan, suntikan pertama dilakukan untuk memicu respons kekebalan awal. Kemudian dilanjutkan suntikan kedua untuk semakin menguatkan respons imun yang sudah terbentuk. Dengan begitu, respons antibodi yang lebih cepat lebih efektif akan terbentuk di masa yang akan datang.

“Kita tahu suntikan kedua meningkatkan titer antibodi secara optimal, sehingga imunitas baru yang akan terbentuk sebagai vaksinasi Covid-19 itu akan terbentuk setelah 28 hari penyuntikan dosis kedua. Jadi memang membutuhkan waktu untuk tubuh kita tadi membentuk antibodi yang optimal dengan dua kali penyuntikan dan rentang waktu 28 hari,” paparnya

Nadia menegaskan, meskipun sudah divaksinasi Covid-19, masih memiliki risiko untuk terpapar dan tertular Covid-19. Namun diharapkan dengan mendapatkan vaksin maka tubuh memiliki antibodi untuk Covid-19.

Dengan begitu, penyakit dapat dihindari dan walaupun sakit adalah bukan dengan gejala yang berat ataupun yang parah.

“Kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa dengan adanya vaksinasi, kita masih memiliki kewajiban untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Karena selain kita harus tetap menjaga diri kita diri, masih dibutuhkan tentunya waktu untuk bersama-sama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk mencapai kekebalan kelompok,” ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Nadia, upaya 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan serta membatasi mobilitas juga menghindari kerumunan harus dipatuhi. Sementara pemerintah akan memperkuat upaya 3T yakni testing, tracing, dan treatment serta program vaksinasi harus tetap harus tetap dijalankan secara bersamaan. Apalagi saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dan menuju ke arah kekebalan kelompok yang diharapkan.

Pada kesempatan sama, Nadia menegaskan, pemerintah juga mengantisipasi terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Namun, belum ada laporan atau ada kasus KIPI yang signifikan. Pada umumnya hanya efek samping ringan seperti reaksi lokal nyeri tempat suntikan, kemerahan, dan gatal-gatal yang dapat disembuhkan dalam kurung waktu sangat singkat.

“Kami tegaskan vaksin buatan Sinovac ini telah dinyatakan aman dan bermutu serta sudah ada izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Yang artinya sudah betul-betul dilihat dan dikaji terkait aspek keamanan sehingga dipastikan bahwa penyuntikan vaksin ini tidak menimbulkan penyakit pada orang yang mendapatkan vaksinasi tersebut,” paparnya. (Red/KM)

- Advertisement -

Latest news

Terduga Teroris FA, Polri Tegaskan Bukan Pengurus Muhammadiyah

Kabarmetro.id, JAKARTA – Mabes Polri menegaskan, FA terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Bandara Soekarno Hatta bukan pengurus PP...
- Advertisement -

Menhub Sebut KA Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Pembangunan Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meng,atakan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang menggunakan teknologi tinggi menjadi suatu lompatan yang baik bagi...

KPK Ibu Kota Dibentuk Anies, Ini Alasannya

Kabarmetro.ud, JAKARTA - Anggota Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Ibu Kota DKI Jakarta, Tatak Ujiyati, menjelaskan alasan Gubernur Anies Baswedan membentuk KPK Ibu Kota, meskipun...

Kevin De Bruyne Perpanjang Kontrak Hingga 2025 dengan Manchester City

Kabarmetro.id - Kevin De Bruyne memperpanjang kontrak di klub Manchester City selama dua tahun, hingga 2025. Pemain Belgia berusia 29 tahun itu telah membantu City...

Related news

Menhub Sebut KA Cepat Jakarta-Bandung Lompatan Teknologi Pembangunan Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meng,atakan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang menggunakan teknologi tinggi menjadi suatu lompatan yang baik bagi...

Kemensos Respon Cepat Tangani Korban Banjir NTB

Kabarmetro.id, BIMA - Kementerian Sosial RI melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Disabilitas Mahatmiya Bali dan Balai Besar Disabilitas Prof. Dr. Soeharso di Surakarta...

Masjid Istiqlal Dibuka Lagi, Kapasitas Maksimal 2000 Jamaah

Kabarmetro.id, JAKARTA - Pengelola Masjid Istiqlal Jakarta membuka kembali masjid untuk pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan pada bulan Ramadan 1442H/2021M. Pembukaan masjid kebanggaan umat...

Mudik Lebaran, Kapolda Jatim: Kita Akan Lakukan Penyekatan di 7 Titik Perbatasan

Kabarmetro.id, SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta, didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan