32.2 C
Jakarta
Rabu, Maret 3, 2021

Pendap, Pepes Unik Bumi Rafflesia

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, BENGKULU – Provinsi Bengkulu memiliki sajian kuliner olahan berbahan dasar ikan. Namanya pendap, yaitu sejenis pepes atau pais ikan yang kaya bumbu rempah dan bercita rasa gurih. Jika kuliner pepes pada umumnya dibungkus oleh daun pisang, tidak demikian dengan pendap. Selain dibungkus daun pisang, pendap juga harus diselimuti oleh daun talas (Colocasia esculenta). Tak hanya selembar daun talas saja, tetapi diperlukan sebanyak 10-15 lembar daun talas untuk membungkus pendap sebelum dibungkus dengan daun pisang.

Daun talas atau dikenal juga sebagai daun keladi digunakan untuk membungkus bumbu rempah seperti asam kandis, kunyit, ketumbar, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula, dan cabai. Semua bumbu dihaluskan bersamaan. Bumbu rempah tadi setelah dihaluskan dicampurkan dengan kelapa muda parut lalu ditaburkan di atas daun talas. Kemudian di atas taburan bumbu serta kelapa muda parut diletakkan daging ikan yang telah dipisahkan dari durinya.

Jika daging ikan sudah diletakkan di atas adonan bumbu rempah, maka daun talas yang berlapis-lapis tadi bisa langsung dibungkus sedemikian rupa. Setelah itu baru dilapisi oleh daun pisang serta diikat dengan tali agar tidak mudah lepas saat dikukus. Bahan baku utama pendap umumnya dari jenis ikan laut berdaging padat seperti kakap merah, kembung, dan gulama.

Penggunaan ikan berdaging padat bertujuan agar menghasilkan tekstur pendap yang gurih dengan daging yang tak mudah hancur saat diolah bersama balutan aneka bumbu rempah tadi. Di masa lampau, daging ikannya harus diendapkan atau disimpan selama semalam agar ketika dilapisi bumbu rempah bisa mudah menyerap. Proses fermentasi seperti ini yang kemudian menjadi nama masakannya.

Keunikan lain dari pendap juga terdapat pada lamanya proses pengukusan. Jika pada umumnya pepes hanya dikukus atau dipanggang paling lama 30 menit, tetapi untuk pendap, harus dikukus hingga 8 jam. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan zat oksalat pada batang daun talas yang mengandung racun serta gatal jika dikonsumsi secara mentah. Seperti dilansir situs informasi kesehatan Health Line, zat oksalat pada daun talas mentah jika dikonsumsi dapat menimbulkan beberapa penyakit, salah satunya adalah batu ginjal.

 

Kaya Manfaat

Daun talas tak hanya menghadirkan penyakit, karena daun yang biasa digunakan sebagai penutup kepala di musim hujan ini justru memiliki beragam khasiat. Dalam 145 gram daun talas terkandung zat gizi mikro yang banyak seperti 35 kalori, 6 gram karbohidrat, 4 gram lemak, 3 gram serat, 57 persen kandungan vitamin C, 34 persen kandungan vitamin A, 14 persen kandungan kalium, dan 17 persen kandungan folat.

Kandungan vitamin C dan polifenol pada daun talas juga dapat mencegah penyakit karena daun talas mengandung zat antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan tersebut dapat mengurangi zat berbahaya atau radikal bebas, juga memperlancar aliran darah. Kandungan radikal bebas dalam tubuh yang berlebih dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti kanker, autoimun, dan penyakit jantung. Mengonsumsi daun talas dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 15,8 persen.

Proses pengukusan hingga berjam-jam akan menghasilkan masakan pendap yang layak dikonsumsi dan tidak mudah basi. Begitu membuka daun pisang yang membungkus pendap, maka aroma khas pepes ikan dengan taburan kelapa muda parut akan menggoda kita untuk segera mencicipinya. Jika sebelumnya berlapis-lapis daun talas yang menutupi pendap menciptakan bentuk mirip sebuah buntalan besar, namun ketika diangkat dari alat kukus dalam kondisi sudah matang, maka bentuk daun talas pun terlihat makin menciut dan berwarna gelap serta menyatu dengan adonan yang dibungkusnya.

Pendap dapat langsung dikonsumsi layaknya kita mencicipi sepotong kue atau dapat dijadikan lauk menemani bersantap nasi. Ketika meluncur ke dalam mulut, sepotong pendap akan menghadirkan sensasi rasa lembut daun talas mirip seperti jeli ditingkahi gurihnya bumbu rempah dipadu dengan kelembutan potongan daging ikan di dalamnya dan tentu saja ada rasa pedas dari si cabai.

Gurihnya pendap itulah yang telah membuat Presiden pertama RI, Soekarno jatuh hati dan menjadikannya sebagai makanan favorit ketika menjalani masa pengasingan di Bumi Rafflesia, pada kurun 1938 hingga 1942.

sumber :indonesia.go.id

- Advertisement -

Latest news

Hasil Rapid Test Antigen, Nihil Positif Covid-19 Kerumunan Jokowi di NTT

Kabarmetro.id, JAKARTA - Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Edmon Bura mengungkapkan tak ada warga yang terpapar Covid-19 dalam kerumunan...
- Advertisement -

Tambal Sulam Atasi Kerusakan di JLU Mayangan, Inikah Solusinya?

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Tambal sulam ruas jalan yang rusak di Kota Probolinggo kembali rusak. Buktinya di JLU Mayangan yang baru saja dilakukan penambalan, kini...

PT Surya Mandiri Jaya Bersama Persit KCK Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

Kabarmetro.id, TANGERANG - Bersama Ketua Persit KCK Cabang XXIV Kodim 0510/Trs NY. Herawati Bangun I E Siregar PT Surya Mandiri Jaya yang terletak di...

Buntut Cedera Paha, Ibrahimovic Bakal Absen Hadapi MU

Kabarmetro.id - Zlatan Ibrahimovic terancam absen membela AC Milan yang akan menghadapi Manchester United (MU) di Liga Europa karena mengalami cedera paha. Pemain pencetak gol...

Related news

Gurih Pedas Satai Bulayak Khas Sasak

Kabarmetro.id, NTB - Indonesia adalah surga kuliner. Beragam jenis kuliner ada di negeri berpenduduk 267 juta jiwa ini. Satai salah satunya. Ada begitu banyak...

Banyak Diminati Tape Ketan Makanan Tradisional

Banyak Diminati Tape Ketan Makanan Tradisional Kabarmetro.id, INDRAMAYU – Tape ketan merupakan makanan sajian tradisonal yang nikmat untuk disantap, dari dulu hingga sekarang tape ketan...

Nasi Oyek Teman Perjuangan Panglima Besar

Kabarmetro.id - Makanan yang satu ini namanya oyek. Sebuah produk kuliner tradisional asal tanah Jawa yang berbahan dasar singkong. Oyek biasanya disajikan di atas...

Tak Dijumpai di Daerah Lain, Sate Ayam Kuah Pekalongan Selalu Bikin Kangen

Kabarmetro.id, Pekalongan - Jika berbicara sate ayam, banyak daerah yang memiliki kuliner satu ini. Dari segi tampilan penyajian, bahkan hingga bumbu yang digunakan bisa...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan