23.9 C
Jakarta
Kamis, Maret 4, 2021

Revisi UU Pemilu, PKB Harap Demokrat Tidak Kaitkan Gibran

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, JAKARTA – Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza meminta kepada Partai Demokrat untuk tidak berspekulasi soal di balik pembatalan revisi UU Pemilu. Apalagi dikaitkan dengan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini dikatakan Faisol menanggapi elite Partai Demokrat yang menduga penudaan revisi UU Pemilu karena Presiden Jokowi sedang mempersiapkan Gibran untuk maju di Pilgub DKI Jakarta 2024 mendatang.

“Sebagian besar partai politik menginginkan dibatalkannya pembahasan UU Pemilu dengan alasan yang berbeda-beda. Kalau hanya disimplifikasi dengan urusan Gibran, itu sedikit menyinggung partai-partai lain yang memiliki sikap dan alasan yang berbeda,” ujar Faisol kepada wartawan, Sabtu (13/2).

Faisol mengatakan, sah-sah saja jika Presiden Jokowi menyiapkan Gibran Rakabuming Raka untuk maju Pemilu Gubernur DKI Jakarta 2024. “Kalau pun menyiapkan Gibran, saya kira tidak menyalahi asas demokrasi. Apalagi setiap orang memiliki hak politik yang sama untuk menjadi kepala daerah,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Irwan menduga Presiden Joko Widodo (Jokowi) sengaja mempersiapkan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka untuk Pilgub DKI Jakarta di 2024 mendatang.

Hal ini dikatakan Irwan, lantaran DPR tiba-tiba sepakat untuk menunda pembahasan mengenai revisi Undang-Undang (UU) Pemilu. “Mungkinkan keputusan ini dilatari oleh kemungkinan Presiden Jokowi mempersiapkan keberangkatan Gibran dari Solo ke Jakarta. Karena dirasa terlalu cepat Gibran berangkat ke Jakarta tahun 2022,” ujar Irwan.

Irwan melajutkan, adanya perubahan sikap fraksi di Komisi II DPR menujukkan sikap inkonsistensi. Sebab dahulu para fraksi mengiginkan adanya revisi UU Pemilu. Namun mendadak pembahasan UU Pemilu ini dihentikan.

“Ini tentu akan menjadi banyak pertanyaan masyarakat karena inkonsistensi pemerintah dan parlemen. Kecurigaan bahwa pemerintah dan parlemen hanya memikirkan kepentingan kekuasaan semata sangat susah untuk dibantah,” katanya.

“Apalagi revisi UU Pemilu ini kan sejatinya adalah kehendak seluruh fraksi di parlemen ditandai dengan masuknya RUU Pemilu dalam prolegnas prioritas 2020. Mengapa sejak Presiden Jokowi statement menolak kemudian dibarengi partai koalisi pemerintah semuanya balik badan,” tambahnya.

Oleh sebab itu, wajar jika Demokrat dan masyarakat muncul praduga bahwa Presiden Jokowi sengaja mempersiapkan Gibran di Pilgub DKI Jakarta 2024. (Red).

- Advertisement -

Latest news

Kaporles Banjar Rutin Imbau Protokol Kesehatan

Kabarmetro.id, BANJAR - Mengambil start di Mapolres Banjar, Kapolres Banjar AKBP Melda Yanny SIK MH dengan didampingi Kasat Sabhara, Kasat Lantas, dan Kasat Binmas...
- Advertisement -

10 Kota Paling Toleran Tahun 2020 Versi SETARA Institute

Kabarmetro.id - Mengutamakan praktik-praktik toleransi terbaik di Indonesia, SETARA Institute melaporkan Indeks Kota Toleran (IKT) Tahun 2020. Dari 94 kota yang menjadi objek studi,...

Hadiri Asean Economic Ministers Retreat, Mendag Fokus Pemulihan Ekonomi

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi menghadiri Asean Economic Ministers (AEM) Retreat ke-27 yang berlangsung secara virtual di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta,...

Sukseskan Program Kerja dan Visi Misi Kepala Desa Nanga Kayan

Kabarmetro.id, MELAWI - Kepala Desa terpilih Hamdan Desa Nanga Kayan Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi telah resmi dilantik oleh Bupati Melawi Bertempat di halaman...

Related news

Sukseskan Program Kerja dan Visi Misi Kepala Desa Nanga Kayan

Kabarmetro.id, MELAWI - Kepala Desa terpilih Hamdan Desa Nanga Kayan Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi telah resmi dilantik oleh Bupati Melawi Bertempat di halaman...

Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza, Beri Bantuan Langsung Sembako Pada Korban Banjir Dringu

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Pasca banjir yang merendam ratusan rumah di dua desa Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo membuat Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza...

Imbas Kader Terjaring OTT, Elektabilitas PDIP Melorot?

Kabarmetro.id, JAKARTA - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menilai penangkapan sederet kader berpotensi membuat elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merosot. Sebab,...

Bupati Terpilih Sabu Raijua Orient Riwu Kore Tunggu Kajian Kemkumham

Kabarmetro.id, JAKARTA - Pemerintah masih belum dapat memastikan pelantikan bupati dan wakil bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore-Thobias Uly. Sebab, status kewarganegaraan Orient...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan