25.4 C
Jakarta
Senin, Maret 8, 2021

Pers, Sejarah Lahirnya Idealisme Perjuangan Bangsa Capai Kemerdekaan

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id – Momen Hari Pers Nasional diperingati pada 9 Februari setiap tahunnya dan peringatan ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, disebutkan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila.

Dewan Pers menetapkan Hari Pers Nasional (HPN) dilaksanakan setiap tahun secara bergantian di ibu kota provinsi se-Indonesia.

Sejarah lahirnya surat kabar dan pers sebenarnya berkaitan serta tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya idealisme perjuangan bangsa mencapai kemerdekaan.

Di zaman revolusi fisik, lebih terasa lagi betapa pentingnya peranan dan eksistensi pers sebagai alat perjuangan.

Pada 8 Juni 1946 di Yogyakarta, berkumpullah para tokoh surat kabar, tokoh-tokoh pers nasional, untuk mengikrarkan berdirinya Serikat Penerbit Suratkabar (SPS).

Kepentingan untuk mendirikan SPS pada waktu itu bertolak dari pemikiran bahwa barisan penerbit pers nasional perlu segera ditata dan dikelola, dalam segi idiil dan komersialnya, mengingat saat itu pers penjajah dan pers asing masih hidup dan tetap berusaha mempertahankan pengaruhnya.

Sebenarnya SPS telah lahir jauh sebelum tanggal 6 Juni 1946, yaitu tepatnya empat bulan sebelumnya bersamaan dengan lahirnya PWI di Surakarta pada tanggal 9 Februari 1946.

Karena peristiwa itulah, orang mengibaratkan kelahiran PWI dan SPS sebagai “kembar siam”. Di balai pertemuan “Sono Suko” di Surakarta pada tanggal 9-10 Februari itu, wartawan dari seluruh Indonesia berkumpul dan bertemu.

Pertemuan tersebut di antaranya menyetujui pembentukan organisasi wartawan Indonesia dengan nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang diketuai Mr Sumanang Surjowinoto dengan sekretarisnya Sudarjo Tjokrosisworo.

Sumanang dan Sudarjo bersama delapan anggota lainnya kemudian bertugas merumuskan hal-ihwal persuratkabaran nasional waktu itu dan usaha mengoordinasinya ke dalam satu barisan pers nasional di mana ratusan jumlah penerbitan harian dan majalah bersatu untuk menghancurkan sisa-sisa kekuasaan Belanda, mengobarkan nyala revolusi, dengan mengobori semangat perlawanan seluruh rakyat terhadap bahaya penjajahan, menempa persatuan nasional, untuk keabadian kemerdekaan bangsa dan penegakan kedaulatan rakyat.

Lalu sekitar 28 Februari hingga Maret 1946, komisi bertemu lagi di Surakarta menghadiri sidang Komite Nasional Indonesia Pusat.

Komisi bersidang dan membahas masalah pers yang dihadapi, yang pada prinsipnya sepakat membentuk sebuah wadah untuk mengoordinasikan persatuan pengusaha surat kabar, waktu itu disebut Serikat Perusahaan Suratkabar.

26 tahun kemudian, menyusul lahir Serikat Grafika Pers (SGP), antara lain karena pengalaman pers nasional menghadapi kesulitan di bidang percetakan pada pertengahan tahun 1960-an.

Pada Januari 1968, sebuah nota permohonan yang mendapat dukungan SPS dan PWI dilayangkan kepada Presiden Soeharto waktu itu, agar pemerintah turut membantu memperbaiki keadaan pers nasional, terutama dalam mengatasi pengadaan peralatan cetak dan bahan baku pers.

Sejauh ini, para wartawan dari generasi 1945 yang masih aktif tetap menjalankan profesinya dengan semangat mengutamakan perjuangan bangsa, kendati rupa-rupa kendala menghadang kiprahnya.

Mengingat sejarah pers nasional sebagai pers perjuangan dan pers pembangunan, maka tepatlah keputusan Presiden Soeharto tanggal 23 Januari 1985 untuk menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. (*)

- Advertisement -

Latest news

Mustahik Binaan Baznas di Jember Capai Hasil Panen 394 Kg Maggot

Kabarmetro.id, JEMBER - Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS melalui program Mustahik Pengusaha melakukan panen 394 maggot yang dilakukan kelompok "Budidaya Maggot BSF Al-Hikmah...
- Advertisement -

MPRS Cabut Mandat Presiden Soekarno

Kabarmetro.id - Jatuhnya Soekarno dari kursi presiden pertama RI merupakan peristiwa politik cukup menarik dan sangat bersejarah. Dimulai dengan Supersemar yang memberi ‘mandat’ kepada...

Target DPC PKB Kota Probolinggo Suara Terbanyak Pilkada dan Pileg 2024

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Musyawarah Cabang Partai Kebangkitan Bangsa menetapkan Abdul Mujib sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kota Probolinggo periode 2021-2026. Muscab serentak di kabupaten...

Bupati Purwakarta Lantik Sejumlah Pejabat Baru

Kabarmetro.id, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengambil sumpah dan melantik dua pejabat eselon II untuk mengisi Jabatan Tinggi Pratama yakni Kepala Dinas...

Related news

Rampung Maret 2922, Tol Jakarta – Cikampek II Selatan Seksi 3 (Taman Mekar – Sadang)

Kabarmetromid, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama PT Jasamarga Jakarta Cikampek (Japek) Selatan tengah melaksanakan pembangunan Jalan Tol Jakarta –...

Mendag Perkuat UMKM Dalam Gerakan Cinta Produk Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik gerakan cinta produk Indonesia yang di gaungkan Presiden Jokowi, Sabtu (6/3). Mendag menyampaikan, dalam upaya mendukung...

Mendagri Perpanjang PPKM Mikro hingga 22 Maret 2021

Kabarmetro.id, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian, telah menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 5/2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro...

Prioritas Produk UMKM, Kemenkop Sosialisasi Belanja Pemerintah

Kabarmetro.id, BENGKULU - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia (Kemenkop UKM RI) menggelar sosialisasi alokasi belanja pemerintah untuk produk UMKM secara...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan