31.5 C
Jakarta
Rabu, Maret 3, 2021

Sertifikat Tanah Elektronik Akan Diberlakukan

- Advertisement -
- Advertisement -

SertifKabarmetro.id, JAKARTA – Menteri Agraria dan Tata Ruang-Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Sofyan Djalil mengeluarkan aturan baru terkait bukti kepemilikan tanah yang nantinya, bukti kepemilikan tidak lagi berbentuk sertifikat hak milik (SHM) tanah yang berbahan kertas, melainkan sertifikat tanah elektronik yang datanya masuk dalam sistem pertanahan.

Hal ini telah tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) ATR-BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik. Beleid diteken dan berlaku mulai 12 Januari 2021.

Adapun tujuan dilakukannya dari aturan tersebut, menurut Sofyan dalam beleid tesebut adalah untuk dalam rangka menjalankan program sertifikat tanah elektronik terlebih meningkatkan indikator berusaha dan pelayanan kepada masyarakat.

Sekaligus juga mewujudkan pelayanan pertanahan berbasis elektronik. Pada program ini, seluruh pendaftaran kepemilikan tanah baru dan yang sudah dimiliki akan dilakukan secara elektronik untuk selanjutnya masuk ke dalam sistem pertanahan elektronik.

Ke depan, tidak ada lagi sertifikat tanah berwujud kertas, semuanya bakal berbentuk elektronik yang disebut juga sertifikat-el (elektronik).

“Kepala Kantor Pertanahan menarik sertifikat untuk disatukan dengan buku tanah dan disimpan menjadi warkah pada Kantor Pertanahan,” bunyi Pasal 16 ayat 3 Peraturan Menteri (ATR-BPN) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertifikat Elektronik, Rabu (3/2).

“Penerbitan sertifikat elektronik untuk pertama kali dilakukan melalui pendaftaran tanah pertama kali untuk tanah yang belum terdaftar atau penggantian sertifikat menjadi sertifikat elektronik tanah yang sudah terdaftar,” tulis Pasal 6.

Selanjutnya, bukti kepemilikan tanah akan berupa data, informasi elektronik, dan/atau dokumen elektronik alias sertifikat elektronik. Dokumen itu akan diterbitkan melalui sistem elektronik dan bisa dialihmediakan untuk menjadi sertifikat bagi pemilik tanah.

Dengan ketentuan ini, maka sertifikat kepemilikan tanah dalam bentuk buku tanah tidak akan berlaku lagi.

Sertifikat tanah elektronik sudah mencakup data dan informasi yang selama ini ada di buku tanah, surat ukur, hingga gambar denah satuan rumah susun.

Bila nanti ada perubahan data dan informasi dalam sertifikat elektronik, maka prosesnya juga akan dilakukan secara elektronik.

Direktur Pengaturan Pendaftaran Tanah dan Ruang, Kementerian ATR/BPN Dwi Purnama saat konferensi pers, Selasa (2/2) menjelaskan, pelaksanaan sertifikat elektronik itu dilakukan secara bertahap.

“Untuk tahap awal adalah lembaga pemerintah dan berlanjut ke badan hukum. Karena badan hukum pemahamanan elektronik dan peralatannya lebih siap,” katanya.

Barulah setelah itu penggantikan sertifikat fisik menjadi sertifikat elektronik milik warga atau perorangan. Kementerian ATR/BPN memastikan tidak akan menarik sertifikat secara paksa.

Nantinya penggantian sertifikat tanah analog menjadi elektronik dilakukan bila terdapat perbaruan data. Salah satunya terjadi bila ada pemberian warisan, hibah, atau jual beli.

“Nanti penerima hibah, pembeli baru mendapatkan sertipikat elektronik,” terang Dwi. (Red)

- Advertisement -

Latest news

Sudinhub Jakbar Pasang MCB, Antisipasi Parkir Liar di Asemka

Kabarmetro.id, JAKARTA - Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat melakukan pemasangan Movable Concrete Barrier (MCB) di Jalan Pintu Kecil, Asemka, Jakarta Barat. Hal tersebut dilakukan untuk...
- Advertisement -

Herdi Pengrajin Kandang Domba Pesanan Order Sudah Diluar Jabar

Kabarmetro.id, MAJALENGKA - Komunitas domba ditiap daerah sangat banyak dan perkembangannya sangat pesat karena domba selain kebutuhan akan dagingnya juga di beberapa daerah sering...

Komandan Kodim 0820/Probolinggo Tinjau Pelaksanaan Vaksin Anggotanya

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Untuk menyakinkan pelaksanaan Vaksin Covid -19 berjalan sesuai perintah komando atas Komandan Kodim 0820/Probolinggo, Letkol Inf Imam Wibowo mastikan anggotanya melaksanakan...

Polda Kalbar Musnahkan Barang Bukti 20 Kilogram Sabu

Kabarmetro.id, PONTIANAK - Sebanyak 20,141 kilogram narkoba jenis sabu dari empat kasus pengungkapan di bulan Februari 2021, dimusnahkan dengan cara dibakar. Di halaman Direktorat...

Related news

Hasil Rapid Test Antigen, Nihil Positif Covid-19 Kerumunan Jokowi di NTT

Kabarmetro.id, JAKARTA - Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretaris Daerah Kabupaten Sikka, Edmon Bura mengungkapkan tak ada warga yang terpapar Covid-19 dalam kerumunan...

Presiden Joko Widodo Batalkan Investasi Miras

Kabarmetro.id, JAKARTA - Setelah mendengar masukan, saran dan kritik dari para tokoh bangsa, para ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nadhlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan...

Genap Setahun Pandemi, Presiden Sebut Akan Bangun Imunitas Masyarakat

Kabarmetro.id, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, saat ini Indonesia sedang berusaha membangun herd immunity (imunitas masyarakat) setelah genap setahun dilanda pandemi Covid-19....

Tiba 10 Juta Vaksin Sinovac di Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA - Indonesia kembali mendatangkan sebanyak 10 juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku (bulk). Ini merupakan pengiriman tahap kelima dan tiba...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan