RINGKASAN KAJIAN TAUHID Oleh: Buya Masoed Abidin Za Jabbar

Kabarmetro.id

1. Tauhid merupakan kunci kebahagiaan dan kejayaan. Tauhid merupakan tema yang sangat agung . Tauhid menurut bahasa berarti menjadikan sesuatu itu satu. Tauhid itu menjadikan Allaah azza wa jalla satu dalam zat-Nya, dalam beribadah kepada-Nya.
2. Tauhid ada tiga
a. TAUHID RUBUBIYAH.
Mengesakan perbuatan- perbuatan hanya untuk Allaah yaitu menciptakan, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, mengatur alam semesta, hanya kuasa Allaah semata.
b. MULKIYAH …. Mengesakan Allaah dalam nama dan sifat- sifat-Nya.
Meyakini bahwa Allaah tidak ada sekutu dalam nama dan sifat- sifat-Nya, Yang Maha Mendengar, Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Pengampun dan seterusnya.
Wajib bagi muslim untuk mengimani-Nya. Tidak ada yang sama dengan Allahu Subhanahu wa ta’ala.
Mengesakan Allahu Subhanahu wa ta’ala dalam sifat-sifat-Nya. Meyakini Allah dalam sifat-sifat-Nya seperti hikmah Allah, Keagungan Allah, Kaki Allah, dua tangan Allah, Istiwa’ Allahu, turun-Nya Allah dan seterusnya berbeda dengan alam.
c. ULUHIYAH : Mengesakan Allaah sebagai Illah dalam bentuk ibadah, rasa takut, harap hanya kepada Allaah.
Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya. Wajib bagi kita beribadah kepada Allaah.
3. Kebahagiaan menurut bahasa adalah ketenangan jiwa dan hati. Kebahagiaan terbesar seorang hamba adalah ketika dimasukkan ke dalam surga selamanya.
4. Malaikat Jibril disebut Allaah sebagai ruh, karena menurunkan wahyu bagi manusia sehingga hati menjadi hidup.
5. Kebahagiaan hati seorang hamba adalah dengan beribadah kepada Allah. Dengan beribadah, hati menjadi tenang. Tenangnya hati karena berzikir kepada Allah.
6. Dengan tauhid seorang hamba menjadi bahagia. Kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan di akhirat yang diberikan kepada orang yang bertakwa.
7. Kebahagiaan seorang hamba di akhirat adalah ketika dimasuk kan ke dalam surga. Tidak ada lagi rasa takut dan sedih. Sebesar-besarnya nikmat penghuni surga adalah melihat wajah Allah. Manusia hendaknya berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
8. Kejayaan bagi ahli tauhid adalah sesuatu yang nyata. Kejayaan dibagi dua yaitu kejayaan di dunia dan di akhirat. Kejayaan yang diberikan Allah contohnya yang diberikan kepada Nabi Musa dan pengikutnya dan kekalahan bagi Firaun dan pengikutnya. Contoh lain adalah kejayaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaiyhi wa Sallam untuk mengalahkan orang Yahudi dan Quraisy. _Allaah akan selalu memberi kemenangan bagi orang yang bertauhid._
9. Kejayaan yang diberikan Allaah di akhirat lebih agung dari pada kejayaan yang diberikan Allaah di dunia. Allah memasukkan para ahli tauhid, para wali Allah ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya.
10. Orang yang bertauhid dengan sebenar-benarnya akan diberikan oleh Allaah kebahagiaan dan kejayaan di dunia dan di akhirat.
11. Cara mewujudkan tauhid dalam diri kita adalah dengan mewujudkan dua dasar penting :
a). Beribadah kepada Allaah dengan hati, hanya takut, berharap, tawakal dan bernazar kepada Allah. Tidak boleh beribadah kepada malaikat, Nabi, para wali, dan orang sholeh.
b). Berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan. Dulu kaum Quraiy beribadah kepada Allaah tapi mereka tidak berlepas diri dari kesyirikan. Maka selain beribadah kepada Allaah, wajib bagi diri kita berlepas diri dari kesyirikan.
12. Kebutuhan anak-anak akan tauhid jauh lebih besar dari pada kebutuhan akan makan, minum dan pakaian. Perhatian orang tua terkait tauhid juga hendaknya lebih besar dari pada perhatian terhadap makan, minum dan pakaian anak mereka. _Ajarilah anak untuk beribadah, meminta, memohon pertolongan hanya kepada Allaah._

BACA JUGA:  Renungan di Awal Tahun 2021 Oleh: Buya Masoed Abidin Za Jabbar

JAGALAH ALLAAH NISCAYA ALLAAH akan MENJAGAMU.
1. Bagaimana cara menanamkan tauhid dalam keluarga dan upaya menciptakan keluarga yang sesuai dengan sunnah?
Keluarga yang baik diawali dengan memilih pasangan yang baik agamanya. Suami wajib mendidik istrinya di atas agama yang benar. Perlu kerjasama yang baik antara suami dan istri.
2. Bagaimana cara tawasul yang benar?
Tawasul secara bahasa adalah mendekatkan diri. Secara syariat adalah mendekatkan diri kepada Allaah dengan cara yang disyariatkan oleh Allaah.
Tawasul terbagi menjadi :
a). Tawasul dengan menyebut nama Allaah.
b). Tawasul dengan amalan ibadah kepada Allaah.
c). Tawasul dengan doa orang sholeh yang masih hidup.
d). Tawasul dengan minta langsung kepada Allaah.
Tidak termasuk tawasul adalah meminta kepada orang yang sudah mati.

BACA JUGA:  JANGAN KEHILANGAN TAUHID

3. Bagaimana cara memahami bersemayamnya Allaah di atas arsy?
Seorang muslim wajib meyakini istiwa’nya Allaah. Istiwa’ telah diketahui maknanya, tapi tidak diketahui tata cara dan wujudnya dan bertanya tentang tata cara dan wujudnya adalah bid’ah. Istiwa’nya Allaah berbeda dengan istiwa’nya mahluk. Maka tidak boleh mentakwil makna istiwa’
4. Bagaimana kiat agar istiqamah bertauhid sampai akhir hayat?
Penyebab agar bisa istiqamah sampai akhir hayat :
√- Tawakal dan berserah diri kepada Allaah, berdoa agar ditetapkan hati hanya kepada Allaah
√- Berdoa di setiap waktu kepada Allaah agar selalu diberi ketetapan iman dan islam kita.
√- Istiqamah dan senantiasa beribadah kepada Allaah.
√- Menuntut ilmu agar dijaga dari syubhat dan kerancuan.
√- Menahan pandangan dari segala sesuatu yang diharamkan
5. Bagaimana cara mengajarkan tauhid kepada anak yang masih kecil?
a). Ajarkan untuk selalu memuji Allaah, mencintai Allaah, melebihi cinta kepada siapapun. b). Ibu dan Bapak harus menjadi teladan bagi anak anak mereka. c). Ajarkan matan-matan ringkas kepada mereka, sehingga bisa menangkis syubhat-syubhat terkait tauhid.

BACA JUGA:  Bimbang Disebabkan Dua Besar Dalam Diri

NASIHAT PENUTUP.
Pentingnya perhatian kepada tauhid dan sunnah karena banyaknya mereka jatuh kepada kesyirikan karena kebodohan mereka. Ajarkanlah tauhid dan sunnah bagaimana beribadah yang baik dan benar.

Moga bermanfaat
Wassalaam

 2,462 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *