Total 101 RS Rujukan Covid-19 di Jakarta

Kabarmetro.id, JAKARTA – Cepat tanggap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikarenakan, terus meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terus melonjak, Pemprov DKI menambahkan tiga rumah sakit rujukan Covid-19 sehingga total RS rujukan Covid-19 sebanyak 101 RS.

“Penambahan terakhir tiga rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Ukrida Jakarta Barat, RS Antam Medika Jakarta Timur dan RS Harapan Jayakarta Jakarta Timur,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/1).

Sebelumnya, jumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Jakarta sebanyak 98 RS yang terdiri dari 8 RS yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan dan 90 RS yang ditetapkan oleh Keputusan Gubernur DKI Jakarta. Total RS yang berada di Jakarta sebanyak 193 RS.

BACA JUGA:  Akhir November Sudah Ada Sekda Baru DKI Jakarta

Data yang masuk 3 Januari 2021, tingkat keterisian tempat tidur isolasi dan ICU sudah hampir penuh dengan perincian tingkat keterisian tempat tidur isolasi sudah mencapai angka 87%, yakni telah diisi oleh 6.385 pasien isolasi dari kapasitas 7.379 tempat tidur isolasi. Sementara ICU telah diisi oleh 762 pasien dari kapasitas 960 ruang ICU atau tingkat keterisiannya 79%.

BACA JUGA:  Perda DKI Jakarta Dilanggar, Puluhan Lapak Liar Terpaksa Dibongkar Petugas

“Kita minta di RS rujukan Covid-19 yang ditambahkan tadi, untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi, kapasitas ICU, kapasitas tenaga medis, obat-obatan dan lainnya untuk melayani pasien Covid-19,” ucap Ariza.

Dengan menambah RS rujukan Covid-19, lanjut Ariza, pihaknya juga telah mengajukan penambahan tenaga kesehatan untuk melayani pasien Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan. Saat ini, kata dia, terdapat kurang lebih 40.000 tenaga kesehatan yang bekerja di Jakarta.

“Kami sudah mengajukan ke Kementerian Kesehatan terkait adanya perlu penambahan 2.767 tenaga kesehatan,” ungkap dia.

Wagub mengatakan, warga tidak perlu khawatir dengan ketersediaan fasilitas kesehatan di DKI Jakarta. Pasalnya, pihaknya akan terus meningkatkan kepasitas fasilitas kesehatan. Dia juga mengingatkan, keberhasilan pengendalian Covid-19 tidak terletak pada banyak fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah, tetapi tergantung pada kedisiplinan warga dalam menjalankan protokol kesehatan dan 3M.

BACA JUGA:  Selama 2 Pekan PSBB Transisi, Menurun Terpakainya Tempat Tidur

“Sekali lagi berapa pun hebatnya, banyaknya, lengkapnya fasilitas kesehatan di Jakarta, itu bukan kunci yang utama. Kunci utama itu ada pada setiap warga, sederhana saja melaksanakan 3M dan tetap berada di rumah,” pungkas Ariza. (Red/EH)

 32 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *