Bimbang Disebabkan Dua Besar Dalam Diri

Oleh : Buya Masoed Abidin Za Jabbar

(1) KURANG MEYAKINI TAKDIR dan KEKUASAAN ALLAH dan ini amat berkaitan dengan keimanan dan

(2) LALAI DALAM IBADAH, MALAS BERDOA, kurang yakin doa dikabulkan, serta HILANGMYA SIKAP ISTIQAMAH

Cobalah perbaiki kekuatan ruhaniyah atau manajemen qalbu kita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan Nabi dan bukan pula Syuhada. Tetapi para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, disebabkan kedudukan yang diberikan Allah kepada mereka.”

“Ya Rasulullah, beritahukanlah kepada kami, siapa mereka?”
Ujar sahabat: “Agar kami bisa turut mencintai mereka.” Lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam’ menjawab :

“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah tanpa ada hubungan keluarga dan nasab di antara mereka. Demi Allah, wajah-wajah mereka pada hari itu bersinar bagaikan cahaya di atas mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka tidak takut di saat manusia takut, dan mereka tidak sedih di saat manusia sedih.”
(HR. Abu Dawud)

BACA JUGA:  JANGAN KEHILANGAN TAUHID

Dalam Hadits lain disebutkan:
“Di sekitar Arasy Allah ada menara-menara dari cahaya, didalamnya terdapat orang-orang yang pakaiannya dari cahaya, wajah-wajah mereka bercahaya, mereka bukan Nabi atau pun Syuhada.

Para Nabi dan syuhada iri kepada mereka.” Ketika ditanya para sahabat:
“Siapakah mereka itu ya Rasulallah ?”
Rasulullah menjawab:
“Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, saling ramah bersahabat karena Allah, dan saling berkunjung karena Allah.” (HR. Tirmidzi)

Semoga kita adalah golongan orang-orang yang dicemburui oleh para Nabi dan Syuhada. Semoga ukhuwah kita yang terjalin dilandasi oleh kasih sayang dan saling mencintai karena Allah.

Ciri-ciri mereka yang berukhwah kerana Allah SWT :

1. Tidak membiarkan atau meninggalkan sahabatnya yang dalam kesusahan.
2. Bersifat toleransi dan memaafkan.
3. Berjumpa dengan wajah yang tersenyum.
4. Bersahabat ikhlas kerana Allah SWT.
5. Setia dan berbuat baik pada sahabat.
6. Tidak mengumpat dan tidak menceritakan keburukan sahabat.
7. Mengelakkan perselisihan pendapat, terjauh dari gurauan yang berlebihan dan tidak tepati janji.
8. Bersifat pemurah dan muliakan sahabat.
9. Saling mendoakan sahabat.

BACA JUGA:  RINGKASAN KAJIAN TAUHID Oleh: Buya Masoed Abidin Za Jabbar

Marilah kita renungi sejenak firmanNya:
“Dan yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman).Walaupun kau membelanjakan semua (kekayaan) yang berada dibumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah dapat mempersatukan hati mereka.
Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
(Al-Anfal:63)

Obat hati 5 Perkara :
1. Baca Al Qur’an dan Maknanya
2. Perbanyak Puasa
3. Shalat Malam, Tahajjud
4. Perbanyak Dzikir
5. Berkumpul/Bergaul dengan Orang Shaleh

In Sya Allah, satukan niat, berusaha dan berdoa, untuk melawan kezhaliman dan kemunafikan dalam diri kita yakinlah Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama kita. Aamiin.

Bermohonlah kepada Allah, agar kita senantiasa diberi hidayah dan tetap istiqamah. Aamiin.

Perkara ini senang dan sangat mudah di ingat dan dihafal tapi susah dibiasakan,
beruntung dan bersyukurlah bagi yg sudah membiasakan.
Yang belum mari kita niat melaksanakan selagi ada kesempatan.

BERKHIDMAT KEPADA AYAH BUNDA YANG SUDAH TIADA
Sebagai anak kita wajib meneruskan bakti dan khidmat kita kepada arwah ibu bapak kita yang sudah berada di alam barzakh. Disana mereka teramat menantikan doa dan kiriman pahala khas dari anak-anak mereka.

BACA JUGA:  Renungan di Awal Tahun 2021 Oleh: Buya Masoed Abidin Za Jabbar

Yang mereka perlukan ialah :
1. Doa keampunan dan rahmat Allah untuk mereka dari anak-anak.
2. Sedekah harta yang diniatkan pahalanya untuk mereka dari anak-anak.
3. Amal saleh yang dilakukan hasil didikan mereka dari anak-anak.
4. Anak-anak sering menyebut atau menceritakan apa saja kebaikan ibu bapaknya.
5. Sedekah Al-Fatihah setiap hari untuk arwah ibu bapak.

Setelah matinya seorang ibu atau bapak, segalanya sudah berubah.
Di alam barzakh sana segala nikmat duniawi sudah tidak bermakna lagi, hilang sudah senda gurau, gelak tawa, perhiasan indah atau harta dunia.

“Yang bernilai di sana hanya pahala yang dibawa atau yang dikirim.” Ingatlah, hari ini kita sebagai anak, esok lusa kita mati amalan yang sama kita perlukan pada anak kita.

Wallahu a’lam bis-Shawaab

Moga bermanfaat

 41 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *