KPU Tetapkan Nina-Lucky Menang Pilkada Indramayu

Kabarmetro.id, INDRAMAYU – Cari Pemimpin Bukan Penguasa, Dalam sejarah 20 tahun Masyarakat Indramayu menanti perubahan ini akan terbukti dengan batas waktu 3 x 24 jam pengajuan gugatan terkait perselisihan hasil Pilkada Indramayu 2020 telah habis. Pilkada Indramayu aman dari gugatan. Paslon nomor urut 4 Nina-Lucky sebagai peraih suara terbanyak akan ditetapkan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu, setelah menunggu Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa hari mendatang.

BACA JUGA:  Sudah 15 Tahun PKS Pimpin, Depok Tidak Ada Madrasah Negeri

Berdasarkan hasil penghitungan, pasangan nomor urut 4 Nina Agustina-Lucky Hakim ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak yakni 313.768 (36,76%) suara. Disusul nomor urut 3 Daniel Mutaqien Syafiuddin-Taufik Hidayat dengan raihan 243.151 (28,48%) suara, kemudian nomor urut 1 Muhamad Sholihin-Ratnawati 223.247 (26,15%) suara, dan nomor urut 2 Toto Sucartono-Deis Handika 73.494 (8,61%) suara. Minggu (20/12).

Jumlah Daftar Pemilih Tetap ( DPT ) dan Daftar Pemilih Tambahan ( DPTb ) 1.315.150, jumlah pengguna hak pilih 870.525, angka partisipasi masyarakat 66,82%. Suara sah sejumlah 853.660, jumlah suara tidak sah 16.865 dengan total keseluruhan 870.525.

BACA JUGA:  LSI: 29,7 Persen Masyarakat Anggap Wajar Terima Uang dari Peserta Pilkada

Divisi Teknis Penyelenggara Komisioner KPU Indramayu, Fahmi Labib mengatakan, KPU Indramayu belum secara resmi menetapkan pemenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pasalnya, masih harus menunggu pengumuman BRPK dari MK.

“Belum. Nunggu pengumuman BRPK dari MK,” kata Labib, saat dihubungi melalui Handphone, Sabtu (19/12).

BACA JUGA:  Sosialisasi Pengamanan Menjelang Pilkada

Terkait dengan waktu penetapan, Labib juga menyampaikan, masih belum dapat dipastikan, karena masih melihat perkembangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum ( PHPU ).

“Kalau sesuai dengan PKPU ( Peraturan Komisi Pemilihan Umum ) sebenarnya tanggal 23 Desember, tapikan ternyata dari MK ada kebijakan lain, jadi melihat perkembangan yang masuk PHPU, jadi nanti belum ada kepastian.” ujar Labib. (Andry)

 2,113 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *