Baznas Dorong Pengembangan SDM Indonesia Lewat Beasiswa Cendikia

Kabarmetro.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menggelar pelatihan rutin yang diselenggarakan setiap pekan dengan nama BAZNAS Millenial Preneur (BMP), pada pertemuan kali ini, diselenggarakan pada Kamis, (10/12) dan diadakan secara daring melalui video conference.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, Deden Kuswanda mengatakan, BAZNAS Millenial Preneur (BMP) merupakan program penyerapan tenaga muda untuk meningkatan perekonomian dan kesejahteraan melalui pemberdayaan usaha.

“Kelas-kelas dari BAZNAS Millenial Preneur (BMP) dapat membangun jiwa kemandirian, mengembangkan usaha serta membentuk karakter wirausaha muda yang produktif dan dermawan,” katanya.

Pekan ini kelas Millenial Preneur berfokus pada materi Ads Formula pada kelas Digital Marketing dan diisi oleh Coach Harseto Imers. Pertemuan kelas online tersebut telah beberapa kali dilakukan pada malam hari, ditujukan agar seluruh peserta dapat hadir dan tidak meninggalkan aktivitas usaha mereka.

BACA JUGA:  KPAI Kebanjiran Pengaduan Dari Para Siswa Yang Mengeluhkan Tugas di Luar Kewajaran

Adapula sesekali mereka mengikuti materi kelas sambil melakukan kegiatan usahanya seperti sedang merekap keuangan, menyiapkan bahan atau barang untuk diproduksi lagi, berbelanja bahan ke pasar, menyiapkan atau berjaga di tokonya hingga sedang melayani pembeli di outlet mereka.

Salah satunya yang dilakukan oleh kakak beradik yang menjadi peserta BAZNAS Millenial Preneur, mereka menyimak materi yang disampaikan oleh Coach Harseto yang dilakukan kemarin (7/12) sambil menyiapkan orderan konsumen.

BACA JUGA:  Buah Manis Sudewo, Kemenhub Berikan Bus Sekolah Kepada SMA 01 dan SMA 02 Pati

Sudah hampir seminggu lokasi berjualan mereka pindah dari Bogor ke Jakarta, tepatnya di daerah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, dengan fokus pada produk usaha Bakkar yaitu usaha kuliner ayam krispi dengan dibakar.

Walau keduanya adalah owner dari Bakkar, namun fokus pembagian tugas mereka berbeda. Bagas Yushila selaku kakak selain di bagian marketing juga fokus di bagian operation. Sedangkan sang adik yaitu Taqiy Akbar yang sama fokus di bagian marketing, juga difokuskan pada bidang finance di Bakkar.

Dengan bergabung pada program BMP ini dapat membantu meningkatkan skill bisnis yang belum mereka miliki sebelumnya. Mereka juga mendapat kesempatan untuk langsung belajar bersama coach hebat, seperti Budi Isman. Materi yang mereka dapatkan juga berguna dan dapat langsung dipraktekan pada usaha Bakkar yang mereka miliki.

BACA JUGA:  Penandatangan Prasasti Peresmian Kampus 2 Unika Santo Thomas Medan

Selain itu, mereka berterima kasih karena BMP menambah relasi dengan para coach dan peserta lain sehingga dapat langsung belajar perihal bisnis dan pengalaman usaha.

Hal ini dapat dipergunakan sebagai bekal untuk mengembangkan usaha Bakkar lebih lancar dan sukses sehingga dapat membahagiakan keluarga dan menjadi wirausahawan muda yang dapat bermanfaat untuk banyak orang. (Rls)

 3,853 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *