Hanya 333 Anggota Tercatat Hadiri Paripurna Penutupan Masa Sidang DPR

Kabarmetro.id, JAKARTA – Gelar Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar pada Penutupan Masa Persidangan II, Tahun Sidang 2020-2021 di Gedung Parlemen, Jumat (11/12).

Hari ini Rapat Paripurna dengan agenda tunggal, yakni pidato penutupan yang disampaikan Ketua DPR RI Puan Maharani. Saat Rapat Paripurna dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, tercatat 290 anggota hadir secara virtual, 43 anggota hadir secara fisik, dan 25 anggota izin.

BACA JUGA:  Pemeliharaan Priodik Jalan DAK I di Padang Panjang Amburadul. Kadis Dan Kabid BM PUPR "Tutup Mata"

Hadir pada Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan II pimpinan adalah Puan Maharani, Azis Syamsuddin, Rachmat Gobel, dan Muhaimin Iskandar. Dalam penutupan persidangan, Puan menyampaikan beberapa hal terkait kinerja DPR RI pada masa sidang ini.

Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021, dan seluruh anggota DPR RI didorong bekerja sungguh-sungguh dan cermat dalam membahas dan menetapkan Prolegnas RUU Prioritas 2021.

BACA JUGA:  PAM Mati Total Hampir 1 Bulan di Kecamatan Paranginan

Penanganan Covid-19 dan ketersediaan vaksinnya, serta pemulihan ekonomi nasional yang terdampak pandemi Covid-19.

“DPR mengapresiasi kerja keras dan gotong royong yang telah dilakukan Pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat dalam melawan pandemi Covid-19” kata Puan dalam pidatonya.

Puan mengatakan, penambahan jumlah kasus per hari telah mencetak rekor baru sehingga Pemerintah agar segera melakukan upaya yang lebih kuat untuk mencegah penularan Covid-19 dan memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA:  Imbau 3M Polsek Lakbok Polres Ciamis Polda Jabar Terus Dilakukan Guna Antisipasi Penyebaran Covid-19

“Kehadiran vaksin covid-19, tentu memberikan harapan yang besar untuk dapat segera mengakhiri pandemi Covid-19,” katanya.

Dalam penanganan vaksin covid-19, Puan berharap, Pemerintah agar memastikan bahwa vaksin tersebut aman dan layak untuk digunakan.

“Pemerintah harus melakukan edukasi dan sosialisasi yang luas mengenai vaksin Covid-19, agar dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” ujarnya. (Red)

 492 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *