Publik “Menggerutu”. Dalih Pandemi , Pekerjaan Jembatan PLTA Batang Agam Molor?

Kabarmetro.id, PADANG – LSM AMPERA Indonesia, tenggarai ada “Patgulipat” ala rekanan dan PPK pada pekerjaan Pergantian Jembatan Batang Agam ( PLTA ) Kec. Baso Kab.Agam oleh PT. Amar Permata Indonesia.

Pasalnya, berdasarkan catatan saya dan LSM AMPERA Indonesia pada pekerjaan Pergantian Jembatan Batang Agam ( PLTA ) Kecamatan Baso Kabupaten Agam, yang dikerjakan PT. Amar Permata Indonesia, sesuai Kontrak No.85/PPK/SK-PJN I-Sb.01.23.1.1/II/2020, tanggal 28 Februari 2020 (240 Hari Kalender). Dengan Nilai Rp.31.564.771.000,- (Sesuai Papan Plang Proyek- red), banyak dipertanyakan para pemakai jalan raya Padang-Pekanbaru, demikian sebut Zulkifli, SH.

BACA JUGA:  Rutin, Kanit Provos dan Piket Cek Ruangan Tahanan

Dipaparkan Koordinator Sumbar II itu, jika merujuk Kontrak Kerja, tentunya pekerjaan tsb, telah melewati jadwal kontrak 240 hari kalender (Seyogyanya berakhir tanggal 28 Oktober 2020).

Juga berdasarkan pengamatannya, terkait pemakaian tanah timbunan pada pelebaran jalan dan pemeliharaan jembatan, tanah timbunan (Oprit), diduga tidak menggunakan timbunan pilihan, sebutnya.

BACA JUGA:  Kapolres Melawi Pimpin Ops Lilin Jelang Nataru

Selain itu, dari pengamatan kami di lapangan, minimnya para pekerja, memakai kelengkapan K3 nya.
Kami temui pekerja di lapangan tidak mengindahkan UU No.1 Tahun 1970, tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Tidak ditemui pekerja memakai APD) dan diduga rekanan telah abaikan Protap Covid-19.

Sementara Satker PJN Wilayah 1, Tahibur, ST.M.Sc, melalu ponselnya, terkesan berdalih, “Karena pandemi, paket jembatan ini di Refocusing sampai april 2021, papan namanya belum diganti. Semua pekerjaan sesuai spesifikasi, demikian kilahnya.

BACA JUGA:  Polres Indramayu Polda Jabar Gencar Soaialisasi 3M Kepada Masyarakat

Namun, Zulkifli, mengkonfrotir tanggapan Tahibur, bahwa tambahannya CCO (Contract Change Order) pada jembatan tersebut patut dicurigai sarat Mark-Up volume karena menurut sebuah sumber sebutkan tidak ada perbandingan harga, demikian tingkahnya.

Zulkifli, mencurigai kuat dugaan ada permainan mata antara Satker dengan rekanan. Karena Oprit pada jembatan tersebut bukan tanah timbunan pilihan, ini jelas-jelas ada persengkongkolan, ujarnya. (EB).

 1,927 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *