Pasca Sehari Pilkada Kondusif, Rupiah Menguat

Kabarmetro.id, JAKARTA – Pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sangat memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menguatnya rupiah ke level Rp 14.100 per dolar AS, pasca libur sehari kemarin. Kamis sore pukul 16 WIB (10/12).

Pengamat sosial dan ekonomi Tundra Meliala mengatakan, pelaksanaan Pilkada serentak ini sebanyak 270 daerah dengan rincian 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota relatif aman terkendali. Sehingga memberikan efek penguatan terhadap rupiah.

BACA JUGA:  Pasca Bencana, Wali Kota Sukabumi Berikan di 3 Kecamatan Langsung Cadangan Pangan Pokok

Berlangsungnya Pilkada serentak 2020 di tengah pandemi ini, menjadikan tingkat partisipasi masyarakat menurun untuk ikut pencoblosan, ujar Tundra.

Terjadinya penurunan tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada kali ini dikarenakan tingkat kepercayaan masyarakat mulai pudar terhadap figur-figur daerah yang ikut kontestan tersebut.

BACA JUGA:  Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Tasikmalaya Pererat Silaturahmi Melalui Sosialisasi Pedoman Pelaksanaan Tata Nilai

“Ketidakhadiran masyarakat untuk memilih terlihat, banyak tempat pemungutan suara (TPS) yang sepi dari warga sekitarnya,” ujar Tundra.

“Termasuk TPS putra Presiden Gibran dan menantunya Bobby. Bahkan, kotak kosong pun lebih unggul dari kontestan, salah satunya dari putra Pramono Anung, calon bupati Kediri Hanindhito Himawan,” lanjut Tundra.

BACA JUGA:  Masih Suasana Duka, Kabaharkam Polri Sempatkan Bantu Balita Penderita Gangguan Saraf Asal Medan Marelan

Ini merupakan lonceng (red-isyarat) demokrasi yang bisa akan berimbas pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden di tahun 2024, jika melihat dari gejala Pilkada serentak ini,” tegas Tundra. (TM)

 5,615 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *