Sri Mulyani: Ekonomi Makin Berat Hingga Tahun Depan

Kabarmetro.id, JAKARTA – Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan bilang, tantangan ekonomi semakin berat di kuartal ke IV-2020 hingga tahun depan. Semuanya karena pandemi COVID-19.

“Resiliensi (kemampuan beradaptasi) diharapkan terjadi, jadi tidak hanya sekadar bangkit tapi menjadi pulih ekonominya secara penuh dan ini adalah tantangan kita di kuartal IV dan tahun 2021,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa (8/12).

Sri Mulyani menuturkan, kondisi perekonomian saat ini telah mengalami pembalikan dari yang tadinya sangat tertekan menjadi lebih baik pada kuartal III sehingga pertumbuhannya meningkat meski masih di zona negatif.

BACA JUGA:  Kemenag Bakal Tinjau Ulang Gaji Guru Honorer yang Masih Rendah

Pembalikan ekonomi ini terjadi, menurutnya, karena adanya dorongan pada berbagai program PEN tahun ini yang memakan anggaran hingga Rp695,2 triliun dengan enam fokus bidang.

Untuk menjaganya Sri Mulyani menegaskan, momentum pembalikan menjadi pemulihan ini maka berbagai kebijakan pendorongnya harus diteruskan hingga tahun depan yakni tercermin melalui APBN 2021.

“Dari sisi terus memperbaiki kondisi perekonomian maka APBN 2021 menjadi penting,” katanya.

Pada tahun ini, ia menyebutkan, belanja mencapai Rp2.739,2 triliun sementara pendapatan diperkirakan Rp1.699,9 triliun sehingga defisitnya sebesar Rp1.039 triliun atau 6,34 persen dari PDB.

BACA JUGA:  Rapat Koordinasi Peningkatan Efektifitas perlindungan Anak dari Paparan Rokok

Kebijakan fiskal pada tahun ini, Sri Mulyani menuturkan, akan diteruskan sampai tahun depan sehingga defisitnya masih di atas 3 persen yaitu 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau Rp1.006,37 triliun.

Pemerintah tetap fokus pada penanganan pandemi serta melanjutkan berbagai pembangunan sehingga belanja 2021 mencapai Rp2.705 triliun dengan pendapatan yang diperkirakan Rp1.746 triliun.

“Defisitnya masih cukup besar karena tahun depan temanya di seluruh dunia untuk kebijakan fiskal dan moneter jangan menarik atau mencabut kebijakan ini terlalu cepat karena ekonomi bisa jatuh lagi,” katanya.

BACA JUGA:  Sadar Hidup Sehat Warga DKI Penyumbang Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Tertinggi

Ia menjelaskan kebijakan strategis pemerintah tahun depan melalui APBN meliputi bidang pendidikan dengan anggaran Rp550,5 triliun, kesehatan Rp169,7 triliun dan perlindungan sosial Rp421,7 triliun.

Pada bidang infrastruktur Rp413,8 triliun, ketahanan pangan Rp104,2 triliun, pariwisata Rp15,7 triliun, serta ICT Rp29,6 triliun guna menunjang kebutuhan masyarakat yang saat ini aktivitasnya bergantung pada internet. “Prioritas dalam APBN 2021 adalah kombinasi antara tetap menjaga dan menangani pandemi namun di sisi lain mulai memulihkan ekonomi dan membangun kembali Indonesia,” tegasnya. (Red)

 21 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *