Bupati Pertimbangkan Untuk Tatap Muka di Tahun Ajaran Baru 2021

Kabarmetro.id, PATI – Bupati Pati Haryanto menerima Audiensi Kepengurusan Organisasi PGRI Masa Bakti 2020-2025. Bertempat di Pendopo Setda Kabupaten Pati, Jumat (4/12).

Dalam memberikan arahan Haryanto berkesempatan untuk berikan bimbingan, dan bekal kepada para pengurus organisasi PGRI, terutama bagi pengurus yang baru dilantik dalam organisasi tersebut.

“Jika pada kepengurusan yang lalu ada yang baik, maka harus dipertahankan dan ditingkatkan. Tetapi kalau tidak baik, maka harus dikubur dalam-dalam dan dibenahi. Sehingga akhirnya organisasi ini menjadi dinamis,” jelas Bupati.

Adapun program kerja organisasi PGRI, ia meminta agar secara bersama para pengurus dapat menyusun dan merencanakan program kerja yang baik terutama dapat turut menyukseskan para guru dan tenaga honor.

BACA JUGA:  Wawako Erwin Yunaz Launching Program Belajar SMAN 1 Dengan Radio Safasindo FM

“Dari Pak Menteri sendiri juga sudah ada rencana bahwa nanti ada rekrutmen tenaga P3K yang jumlahnya jutaan se-Indonesia dengan mengutamakan para tenaga honor. Jadi ini kita gelorakan terus karena jujur saja kita sendiri kekurangan guru,” ungkap Bupati.

Ia juga memberikan bimbingan kepada para koordinator satuan pendidikan agar dapat menerapkan teknik-teknik tertentu dalam pembinaan karir terutama karir guru.

“Jadi jangan mudah memberikan rekomendasi pemindahan guru, apalagi keluar daerah. Kalau masih dalam lingkup Kabupaten Pati memang masih ada pertimbangan karena saya tahu persis. Saya juga pesan agar guru itu tidak dikeluarkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan teknik pertukaran guru,” bimbing Bupati.

Harapapan Haryanto, agar dalam kepengurusan ini dapat guyub rukun dan dapat selalu berinovasi dalam menyusun program kerja yang dapat bermanfaat bagi para guru, serta tidak berkutat pada program yang dahulu.

BACA JUGA:  Ponpes Az-Zahra Laporkan 2 Tambang Batu Bara Kepada Pemda Kukar

“Selalu satukan tekad bahwa PGRI Kabupaten Pati bisa lebih maju dan lebih baik dibandingkan 10 tahun kepengurusan yang lalu. Tunjukkan bahwa anda mampu dan bisa membawa ke arah yang lebih baik,” ujar Bupati.

Pembelajaran tatap muka yang sudah didengungkan, dalam sesi wawancara ini, Bupati Pati menjelaskan, bahwa ia berencana untuk segera mengadakan rapat perihal hal tersebut.

Walaupun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memang menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka dimulai pada tahun ajaran 2021 dengan tidak memerhatikan zona dan tergantung dari Ketua Satgas Kepala Daerah masing-masing, namun Bupati Pati tidak serta merta memutuskan.

BACA JUGA:  Polda Jateng Beri Perhatian Khusus Kepada Mahasiswa Terdampak

“Sehingga tetap akan saya rapatkan bersama juga Ketua PGRI pada hari Senin secara detail. Kemudian akan kita putuskan berapa satuan pendidikan yang akan diujicoba, dan disimulasikan mengenai pembelajaran tatap muka ini,” imbuh Haryanto.

Hasil dari perkembangan simulasi tersebut, Bupati baru akan membuat keputusan. Hal ini dilakukan karena ia tidak mau para siswa siswi dan guru menjadi korban dari Covid-19. Apalagi klaster guru sendiri juga ada walau tidak banyak.

Adanya persediaan untuk simulasi tersebut juga memakan biaya yang mahal. “Karena ada face shield, masker, serta antar jemputnya juga,” terang Bupati. (Rls/Red)

 24 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *