Ditreskimsus Polda Jabar Tangkap Penjual Senpi Ilegal

Kabarmetro.id, Jabar – Polda Jawa Barat melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskimsus) berhasil menangkap pria berinisial DA (25) asal Kabupaten Tasikmalaya yang menjual senjata api (senpi) dan amunisi ilegal konversi dari airsoft gun.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Erdi A Chaniago S.I.K., M. Si mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal pada hari Rabu (14/10) dimana personel Ditreskrimum Polda Jabar melakukan patroli cyber dan penyidikan terhadap akun toko Dados di sebuah toko online.
Setelah diselidiki Dados adalah Dias Anjasmara, warga Kampung Babakan Sindangeuleut Kabupaten Tasikmalaya.

BACA JUGA:  54,82 Gram Jadi Barang Bukti Polres Tulang Bawang

Awalnya DA memesan airsoft gun yang bisa dikonversi menjadi senjata api. Lalu tersangka menjual barang tersebut melalui aplikasi jual beli daring.

“Tersangka sudah melakukan ini selama dua tahun, selain menjual, DA juga menerima jasa servis senjata api dan juga menerima jasa konversi airsoft gun menjadi senjata api dan dipastikan bahwa kegiatan itu tidak memiliki izin dan dinyatakan ilegal.” ujar Erdi.

BACA JUGA:  Hari Tani Nasional Dalam Bayangan Ketakutan Rakyat

Kombes Erdi menyatakan, tersangka menjual senjata api tersebut dengan kisaran harga Rp 5 juta hingga Rp 8 juta. Airsoft gun yang telah dikonversi menjadi senjata api itu, bisa meletuskan peluru dengan kaliber 22 dan 38 milimeter.

“Dia mengganti sebagian partisi seperti pelatuk, hammer, pin, dan silinder, sehingga dapat menembakkan peluru,” kata Kabid Humas.

Ia mengungkapkan bahwa tersangka belajar mengkonversi senjata secara otodidak. Selain itu, Polisi juga tengah melakukan pengembangan guna mencari pembeli, serta sumber berbagai barang ilegal yang dimiliki tersangka.

BACA JUGA:  Edan ! Pria Bawa Ular Piton, Pelaku Jadi Tersangka Ancam Kadis PUPR Diduga Tak Dapat Proyek

“Ini sangat beresiko apabila sudah ada di tangan orang tidak bertanggung jawab, karena menyangkut nyawa orang,” kata Kabid Humas.

Dengan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 9 UURI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UURI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik, dan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga maksimal hukuman penjara seumur hidup.(Ach)

 6,460 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *