Sosialisasi Aturan GBRONG Sat Lantas Polres Rejang Lebong

Kabarmetro.id, Rejang Lebong – Memang banyak orang tergoda akan variasi, terutama knalpot yang banyak digemari anak muda, suara bising yang ditimbulkan oleh pengguna sepeda motor yang menggunakan knalpot racing acap kali mengganggu masyarakat. Knalpot yang juga dikenal brong tersebut menimbulkan polusi suara disetiap daerah yg dilewatinya.

Satuan Lalulintas Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu menindaklanjuti hal tersebut yang dipimpin Kanit Turjawali Ipda Hendra Widianto bersama personil, Selasa pagi (24/11) melakukan sosialisasi mengenai aturan Knalpot Racing ( GBRONG ) kepada Penjual / Bengkel Sepeda Motor. Berberapa lokasi yang menjadi sasaran merupakan bengkel motor Kelurahan Air Putih dan Kelurahan Talang Rimbo.

BACA JUGA:  Kapolres Kaur Release Keberhasilan Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Pencurian Hingga Perlindungan Anak

Untuk tingkat kebisingan knalpot Ipda Hendra mengatakan, ini juga sudah diatur dan wajib dipatuhi oleh setiap pemilik kendaraan. Aturan kebisingan knalpot ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009.

“Dalam aturan tersebut dijelaskan, bahwa tingkatan kebisingan untuk motor kapasitas 80cc hingga 175cc adalah maksimal 83 dB dan di atas 175cc maksimal 80 dB. (dB=Decibel / satuan keras suara),” jelasnya.

BACA JUGA:  Akibat Kurang Kondusif di Papua, Lemkapi Imbau TNI-Polri Tidak Perlu Ditarik Pasukan

Sebagai bentuk penindakan pengendara yang menggunakan knalpot racing sesuai dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Dalam pasal itu disebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan layak jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

BACA JUGA:  Rutin Polres Cirebon Kota Polda Jabar Sosialisasi 3M Cegah COVID-19

“Aturan mengenai penggunaan pipa pembuang gas sisa pembakaran ini terdapat dalam pasal 285 ayat (1),”tambahnya.

Sosialisasi ini dilakukan, ia mengharapkan baik pembeli maupun penjual tidak lagi menggunakan knalpot bring dan krmbali menggunakan knalpot standar. (ZA)

 10,515 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *