24.6 C
Jakarta
Rabu, Januari 27, 2021

Empat Poin Upaya Pencegahan Stunting di Garut

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, Garut – Dalam penanganan Stunting, sedikitnya ada 4 upaya yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho, mengatakan hal pertama untuk mencegah stunting yakni terkait asupan gizi yang harus bagus.

“Kita melihat bahwa stunting itu tidak tiba-tiba karena definisi stunting adalah kurang gizi kronis, maka kita harus merunut kebelakang mengapa bayi-bayi balita itu bisa menjadi stunting, di situ ketemulah bahwa pencegahan stunting harus dimulai minimal sejak ibu itu hamil, jadi ketika ibu itu hamil maka seorang ibu harus cukup gizinya karena gizi yang dimakan oleh ibu tentunya akan dimakan juga oleh bayinya,” ujar dr. Tri saat ditemui di Kantor Dinkes Garut, di Jalan Proklamasi, Kabupaten Garut, Kamis (19/11).

Selain itu, lanjut Tri, pola asuh yang benar juga bisa menjadi upaya dalam pencegahan stunting. “Sebenarnya begitu mudah, cuman masyarakat kita pola asuhnya ibu yang bekerja lupa. Ada istilahnya harus memerah ASI (Air Susu Ibu) jadi kadang stunting lahir terus tidak dikasih ASI eksklusif, jadinya stuntingnya agak menetap,” ucapnya.

Untuk pencegahan ini, imbuh Tri, bukan hanya melulu soal gizi ataupun yang lainnya, upaya lainnya yakni melaksanakan dan memanfaatkan pelayanan kesehatan imunisasi.

“Harus juga poin ketiga itu dijaga kesehatannya dengan imunisasi, percuma saja kita kasih gizi yang bagus tetapi anaknya sakit-sakitan. Nah biar tidak sakit-sakitan tentunya imunisasinya harus lengkap,” ungkapnya.

Tri menyampaikan poin terakhir atau poin ke empat untuk mencegah Stunting adalah lingkungan yang sehat dan bersih juga bisa mencegah terjadinya stunting.

“Biar tidak sakit-sakitan lagi ini salah satunya ada intervensi lingkungan,” katanya, seraya mencontohkan kondisi jamban apa sehat atau belum, keebiasaan keluarganya dalam mencuci tangan dengan rapih.

“Jangan sampai gizinya bagus, tangannya tercemar, jambannya masih belum sehat, akhirnya anaknya masih sakit-sakitan, dan cacingan,” pungkasnya.(Rls)

sumber : Humas Garut

- Advertisement -

Latest news

Bangun Sinergi Ketua DPRD Buol dengan Wartawan

Kabarmetro.id, BUOL - Langkah Ketua DPRD Kabupaten Buol Srikandi Batalipu, S.Sos jalin silaturahmi bersama insan media dalam upaya menjalin sinergitas di wilayah Kabupaten Buol...
- Advertisement -

Puskas Baznas Terbitkan Buku Indeks Pembangunan Zakatnomics

Kabarmetro.id - Pada awal tahun 2021, Puskas BAZNAS menerbitkan buku Indeks Pembangunan Zakatnomics. Penerbitan buku ini merupakan hasil kerjasama antara Puskas BAZNAS dan Smart...

Ingatkan Sri Mulyani, Anggaran Kementan Agar Tak Dipangkas

Kabarmetro.id, JAKARTA - Salah satu anggota Komisi IV DPR, Hermanto bilang, refocusing dan realokasi anggaran untuk pandemi Covid-19, tidak harus memangkas anggaran sektor pertanian. “Pemotongan...

Nadiem Sekarang Beda dengan Dulu?

Kabarmetro.id, JAKARTA - Pada awalnya publik berharap banyak kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Sosok muda progesif dan inovatif saat menjadi bos perusahaan...

Related news

Bangun Sinergi Ketua DPRD Buol dengan Wartawan

Kabarmetro.id, BUOL - Langkah Ketua DPRD Kabupaten Buol Srikandi Batalipu, S.Sos jalin silaturahmi bersama insan media dalam upaya menjalin sinergitas di wilayah Kabupaten Buol...

Puskas Baznas Terbitkan Buku Indeks Pembangunan Zakatnomics

Kabarmetro.id - Pada awal tahun 2021, Puskas BAZNAS menerbitkan buku Indeks Pembangunan Zakatnomics. Penerbitan buku ini merupakan hasil kerjasama antara Puskas BAZNAS dan Smart...

Ingatkan Sri Mulyani, Anggaran Kementan Agar Tak Dipangkas

Kabarmetro.id, JAKARTA - Salah satu anggota Komisi IV DPR, Hermanto bilang, refocusing dan realokasi anggaran untuk pandemi Covid-19, tidak harus memangkas anggaran sektor pertanian. “Pemotongan...

Nadiem Sekarang Beda dengan Dulu?

Kabarmetro.id, JAKARTA - Pada awalnya publik berharap banyak kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Sosok muda progesif dan inovatif saat menjadi bos perusahaan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here