Tuai Kritik, Anggaran Besar Debat Cabup-Cawabup Lima Puluh Kota

Kabarmetro.id, Limapuluh Kota – Tak luput perhatian publik, desain dekorasi panggung terlihat sembrawut, dan penyajian gambar yang di duga tidak tersampaikan ke setiap elemen masyarakat di Luak Bungsu itu, sehingga pesta demokrasi Kabupaten Limapuluh Kota, terlihat mendung dan tidak sesuai dengan tujuan demokrasi.

Muhammad Bayu Vesky tokoh pemuda 50 Kota, yang akrab di sapa Bayu menyesalkan pihak KPU Lima Puluh Kota, terkait penyajian panggung dan gambar pada Akun Instagram KPU Lima Puluh kota. Sebab, rasanya diduga tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia di KPU, demikian sesal tokoh muda Luak Limopuluh Kota itu.

“Padahal, Moderatornyo berkelas. Panelisnya jago-jago. Calonnya hebat-hebat. Penyelenggara dan pengawasnya paten-paten semua. Tapi dekorasi panggung dalam debat publik dan siaran langsung hanya memanfaat di medsosnya, tentunya peristiwa bersejarah itu tidak bisa disaksikan warga, dan bahwa ini adalah pesta demokrasinya Kabupaten Limapuluh Kota,” ujar Bayu, Rabu (18/11).

BACA JUGA:  Perlu Reformasi Internal Polri, Harapan Besar Novel Baswedan Kepada Komjen Listyo Sigit Prabowo

Bayu, pelaksanaan debat publik Calon Bupati tersebut, pihaknya menduga tidak sebanding dengan anggaran publik yang dikeluarkan. Atau barangkali perlu ditambah lagi anggaran Pilkada ini?” sentil Bayu.

Lebih lanjut, Bayu berharap KPU Lima Puluh Kota bisa menyiarkan di seluruh pelosok di Lima Puluh Kota ini, sehingga masyarakat bisa menilai juga calon yang akan mereka pilih, tegasnya.

BACA JUGA:  BBHAR DPC PDI Perjuangan Indramayu Siap Laporkan Bawaslu ke DKPP

“Mestinya KPU dapat menyiarkan langsung dengan cara memutar layar tancap/virtual di jorong-jorong dan nagari-nagari, dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga semua masyarakat bisa melihat, yang mana Calon pilihannya di tanggal 9 Desember nanti,” tutup Bayu Vesky.

Ironisnya lagi, rakyat yang ingin melihat debat putra-putri terbaik di Lima Puluh Kota sudah tidak bisa masuk, dan pihak KPU juga tidak menyediakan layar tancap di luar aula kantor Bupati Lima Puluh Kota. Padahal lebih kurang Rp42 Miliar uang rakyat yang disediakan untuk pesta demokrasi ini, heran Bayu.

Di lain sisi, Arya Gusman yang juga tokoh muda Luak Limopuluah, mengharapkan kepada anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, untuk memanggil pihak KPU Lima Puluh Kota, terkait salah satu fungsinya.

BACA JUGA:  Sirekap Penghitungan Pilkada Serentak, Simulasi Diberikan di Karawang

“Kita berharap DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota memanggil KPU, untuk melakukan salah satu fungsinya, yaitu fungsi pengawasan terhadap penggunaan uang rakyat.

Dan kami juga menyesalkan minimnya sosialisasi baik secara lansung ataupun secara media informasi,” ujar Arya kesal.

Dilain pihak, Ketua KPU, Masnijon, sampai berita ini update, belum berhasil dimintakan konfirmasi seputar tuduhan karut marutnya pelaksanaan tahapan Pilkada serentak 2020 di Luak Limopuluah ini. (EB)

 154 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *