Tipu Banyak Korban Rp1,7 M Dengan On Line, Dua Pelaku Diamankan Polda Jabar

Kabarmetro.id, Jabar – Pelaku VI dan VA, warga Jalan Lurah, Kota Cimahi dan Jalan Ciateul Kulon, Kota Cimahi, Kota Bandung, Jawa Barat, ditangkap anggota Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimumsus) Polda Jabar. Keduanya diduga melakukan penipuan secara online terhadap 92 orang dan perusahaan dengan kerugian Rp1,7 miliar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi Adrimulan Chaniago S.I.K., M.si mengatakan, tersangka VA dan VI ditangkap setelah Polda Jabar menerima laporan dari korban penipuan. Setelah dilakukan penyidikan, VI dan VA mengaku telah melakukan penipuan secara online selama 8 tahun, sejak 2012 silam.

BACA JUGA:  Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Narkotika dan Psikotropika Oleh Sat Narkoba Polres Cianjur Polda Jabar

“Modusnya, mereka memesan barang-barang secara online. Kemudian kedua pelaku mengirimkan bukti transfer palsu. Ternyata transfer palsu tersebut palsu,” kata Kabid Humas Polda Jabar di Mako Ditreskrimum Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (17/11).

Selama 2012 hingga 2020 ini, ujar Kabid Humas, pelaku VI dan VA bergantian memesan barang dengan modus sama. Mereka pandai mengubah bukti transfer menggunakan aplikasi Adobe Photoshop. Meski palsu, namun pemilik usaha online percaya karena hasil olahan Photoshop pelsu nyaris sempurna.

“Namun saat melakukan penipuan terakhir, memesan kaus merek Giordano, pemilik usaha curiga karena tak ada uang masuk ke rekeningnya. Kemudian pemilik usaha melapor,” ujar Kombes Pol Erdi.

BACA JUGA:  Kasus kekerasan verbal dan ancaman yg dialami wartawati RMOL Lampung telah mendapatkan perhatian dari International Federation of Journalists (IFJ) yg berpusat di Belgia.

Dilakukan penyidikan, tutur Kabid Humas, pelaku VI dan VA telah melakukan aksi tersebut selama 8 tahun. Jumlah korban, baik perorangan maupun perusahaan mencapai 92. Total kerugian para korban mencapai Rp1,7 miliar.

“Pelaku VI dan VA ini sering memesan barang secara online dalam jumlah cukup banyak. Seperti telepon seluler, kosmetik, pakaian, dan lain-lain. Barang-barang itu dipakai sendiri, tidak untuk dijual,” tutur Kabid Humas.

Tersangka VI dan VA juga melakukan pencurian. Caranya, mereka memesan barang dengan sistem cash on delivery (COD) dan alamat telah ditentukan. Setelah barang sampai tujuan, salah satu pelaku menerima barang.

BACA JUGA:  Polres Payakumbuh Ringkus Dua Pengedar Uang Palsu

Antaranya Bayar Denda
“Pelaku mengaku barang itu milik saudaranya dan hendak mengambil uang. Setelah barang dibawa, pelaku tak kembali lagi untuk membayar barang tersebut,” kata dia.

Dengan perbuatannya, pelaku VI dan VA dijerat Pasal 51 J0 Pasal 35 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(Ach)

 3,483 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *