Ketua Komisi I DPRD : Kita Akan Panggil OPD nya. Dugaan Pemotongan Dana Sertifikasi Guru di Luak Limapuluh Kota

Kabarmetro.id, Limapuluh Kota – Gonjang-ganjing dugaan pemotongan tunjangan Sertifikasi lebih dari 5000 guru (SD dan SMP) se Kabupaten Limapuluh Kota via Bank Nagari @Rp.150 ribu, ditanggapi miring berbagai pihak

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Beny Murdani merasa kaget ketika dimintakan tanggapan oleh wartawan, karena pihaknya baru mengetahui dari pemberitaan, berjanji akan menindak lanjuti dugaan pemotongan tersebut.

Disebutkan Beny Murdani, “Akan kita lakukan hearing dengan instansi terkait itu. Karena sampai saat ini Komisi 1 selaku mitra dari OPD terkait tidak mengetahui adanya pemotongan tunjangan Sertifikasi guru tersebut,” demikian janji Beny.

BACA JUGA:  Kajati Sumut Pimpin Rapat Paripurna Secara Daring di Awal Tahun

Pasalnya, telah jadi konsumsi ditengah masyarakat luas, seperti dilansir portal online, judul “Dalih Penanganan Covid-19.” Ratusan Juta Dana Sertifikasi Guru Catur Wulan 3 di Palak ?

Sedikitnya sebanyak Rp.750 juta (ralat, bukan Rp.7,5 miliar red) dari pencairan dana Sertifikasi tunjangan lebih 5000an guru @ Rp.150 ribu, entah masuk ke kantong siapa.

Agaknya malang benar nasib para ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’ yang mengabdi di Luak Bungsu, ditengah- tengah deraan beban, baik moril maupun materil ditengah deraan mewabahnya corona virus disease 2019 (COVID-19) secara global, ternyata harus menanggung beban berbagai pemotongan gaji atau tunjangan lainnya dari atasannya, ungkap sumber.

BACA JUGA:  Silaturahmi Kapolres Ciamis Bersama Elemen Mahasiswa Galuh Moeda

Dari pengakuan beberapa guru bahwa pemotongan dana Covid- 19 menurut pengakuannya di mintakan Kadis Pendidikan 50 Kota, pada rapat dengan Kepsek, agar diinformasikan kepada guru. Bahwasahnya, untuk pencairan dana sertifikasi Triwulan ke 3, dipotong dana Covid- 19 (Juli, Agustus, September) yang cairnya diawal bulan November 2020.

Anehnya, Kadis Pendidikan, Indrawati ketika dikonfirmasikan via pesan WhatshApp, dalam logat minang, terkesan pura- pura kaget.

BACA JUGA:  Lolos Nominasi Festival Desa Lestari 2020

Menurut Indrawati, ” Ooo..baru iko ambo danga ado lo pemotongan sertifikasi.Mohon apak tolong ambo mencari datanyo yang valid, sia, dima dan kasia nyo stor../ kalau untuk Seminar sepengetahuan ambo memang ado seminar PGRI, tapi ndak ado pemaksaan dan ndak ada pemotongan.”

Insya Allah akan kita tindak lanjuti kalau ada yang melanggar aturan, demikian sebut pembantu bupati bidang pendidikan setempat.(EB).

 3,968 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *