Soegiharto Tokoh Masyarakat Soroti Isu Terkait Sarat Transaksional Beredar Pengisian Perangkat Desa di Pati

Kabarmetro.id, Pati – Tokoh masyarakat Soeghiarto yang juga merupakan pimpinan lembaga PIN-RI eks Karisidenan Pati menyoroti terkait isu yang beredar jika pengisian perangkat desa kabupaten Pati tahun 2020 sarat dengan transaksional jual beli jabatan perangkat desa.

Hal tersebut didasarkan pada munculnya nilai uang yang beredar dimasyarakat jika ingin menjadi perangkat desa, sampai saat ini banyak calon yang mengeluhkan hal tersebut tetapi masih belum berani muncul secara terbuka.

Pada umumnya mereka calon yang merasa tidak mendapat rekomendasi dari kades, cukup tahu akan hal tersebut.

Sehingga untuk kebenarannya hanya sekedar isu sampai detik hari ini, apakah tataran demokrasi sudah sedemikian rupa sehingga untuk mencapai tujuan (jabatan) harus menghalalkan segala cara.

Tetapi pada dasarnya itu sudah menjadi rahasia publik disetiap pengisian perangkat desa, namun sampai hari ini masih menjadi pergunjingan warga dan masyarakat setempat di warung warung kopi. Ujian pengisian perangkat desa sangat mungkin terjadi kecurangan.

BACA JUGA:  Kapolres Subang Tinjau Pos Pengamanan dan Mako Polsek Ops Lilin Lodaya 2020

Hal tersebut bisa ditarik dari beberapa daerah lain yang sudah melakukan tes ujian perangkat yang berbuntut dengan keberatan dari calon yang kalah karena tranparansi terkait hasil test oleh pihak ketiga tidak ditampilkan secara real time.

Sebut saja beberapa kabupaten yang baru saja selesai mengisi jabatan fungsional perangkat desa, yang akhirnya berbuah kegaduhan dan berbuntut panjang hingga saling melaporkan, seperti kab. Bojonegoro sampai detik ini masih ricuh karena sistem LJK masih terus digunakan, sedangkan sudah tidak relevansi karena penuh dengan segala kecurangan dimainkan oleh panitia penyelenggara, bahkan jadwal tes yang seharusnya pagi hari mundur sampai siang hari, juga hasil jawaban yang menggunakan pensil 2B hasil sreening atau scan bisa hilang datanya, begini mudahnya permainan hasil tes yang dilakukan oleh para panitia penyelenggara.

BACA JUGA:  Kunker Wakil Ketua DPD RI di Bengkulu Utara

Sehingga calon tidak tahu pasti berapa jumlah jawaban benar atau salah dari hasil test yang mereka jalani.

Selain itu metode LJK (lembar jawaban komputer) juga menimbulkan kasus dimana scan tidak akurat hingga hilangnya LJK calon yang sudah mengikuti ujian, karena selalu timbul permasalahan yang ada.

Sehingga calon hanya mengetahui nilai akhir hasil ujian dari panitia pengisian perangkat desa,” ungkap Soegiharto.

Sugiharto menekankan, agar ujian dilakuan dengan cara CAT (Computer Assisted Test) sehingga nilai ujian bisa langsung diketahui oleh peserta, dan peserta bisa langsung minta print out hasilnya yang kemudian diberi pengesahan oleh pihak penyedia jasa ujian atau dengan sistem barcode.

BACA JUGA:  Operasi Bersama Polri dan Satgas Covid-19, Razia Pekat di THM Kota Serang

PIN-RI bersama jaringan kerja LSM Kabupaten Pati meminta agar segera Bupati Pati, demi tranparansi menerbitkan surat keputusan metode CAT, dan pihak ketiga yang ditunjuk (perguruan tinggi) dalam ujian tertulis, bisa diterbitkan mengingat alokasi waktu sudah dekat.

Sehingga bisa dicocokan disaat penyampaian hasil test oleh panitia pada hari itu juga.

Saatnya kita dorong para penyelenggara dan pemangku kebijakan ini untuk memilih metode terbaik agar semua pihak tidak ada yang dirugikan dan saatnya kabupaten Pati menjadi icon pemerintahan yang bersih dan akuntabel transparan dalam setiap lini yang ada, sesuai dengan jargon notoprojo bangun deso. (Tim Pati KM)

 3,153 total views,  1 views today

One thought on “Soegiharto Tokoh Masyarakat Soroti Isu Terkait Sarat Transaksional Beredar Pengisian Perangkat Desa di Pati

  • November 9, 2020 pada 4:02 pm
    Permalink

    Mudah2an utk pengisian perangkat bisa dilaksanakan terbuka dan transparan, agar kelak mendapat SDM yg kualitas, jiwa mengabdi, jiwa melayani masyarakat. Tidak karena hanya kemampuan keuangan yg membuat bisa duduk di kursi perangkat, tapi pengabdian ke masyarakat nol besar.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *