Lazarus Keberadaan Burung Manyar di Desa Ciranggon

Kabarmetro.id, Bekasi Kabupaten – Hewan memang menjadi salah satu hal penting dalam keseimbangan ekosistem yang ada, namun akibat ulah manusia tak sedikit menyebabkan kepunahan mereka. Salah satu binatang yang terkena imbas dari kerusakan lingkungan adalah burung, di mana banyak dari spesies mereka yang punah dan tidak terlihat kembali. Akan tetapi ada pula beberapa spesies yang diduga punah, namun ditemukan kembali atau disebut lazarus.

Kabar ditemukannya burung-burung eksotis tersebut menjadi kabar baik dan memberikan kesempatan kita untuk mencegah kepunahannya. Buat kalian yang ingin tahu apa saja spesies burungnya, salah satu burung Manyar atau dalam bahasa Inggris di sebut weaver bird.

BACA JUGA:  Polda Banten Tetapkan Status Tersangka Terhadap 14 Orang Yang Diamankan Saat Demonstrasi Mahasiswa

Burung yang nyaris langka ini kita ada di Desa Ciranggon, Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur, tepatnya berdekatan dengan wisata Kawung Tilu, meski keberadaan burung dengan nama latinnya weaver bird ini berdekatan dengan wisata, namun tidak dianggap mengganggu dan malah saat ini telah melakukan kembang biak, dengan di lihat sarangnya yang semakin banyak di tempat tersebut.

BACA JUGA:  Dialog Antara Forum Wartawan, Lembaga Swadaya Masyarakat dan Kejaksaan Tinggi

“Burung Manyar menang ada dari dulu namun dari tahun ke tahun keberadaan sudah langka dan nyaris punah,dengan adanya burung Manyar di tempat kami, akan kami jaga dan lestarikan,” tutur Gunawan.

“Di kabupaten Bekasi burung Manyar sudah tidak ada, karena burung dengan nama latin weaver bird ini hidup di pohon yang tinggi dan berkembang biak dengan pesat,namun akibat kurangnya ruang terbuka hijau di kabupaten Bekasi menjadikan burung tersebut memang sudah punah,” tambah Gunawan.

Komunitas Cibeet kampung ciranggon, saat ini belum mengetahui dan mendata keberadaan Berung Manyar di tempat tersebut, menjadi kebanggan warganya.

BACA JUGA:  Permanen! Akun Twitter Donald Trump Ditutup

“Saat ini ada dua pohon besar yang di jadikan perkembang biakan burung Manyar,meski awalnya hanya beberapa sarang dengan berjalannya waktu kami melihat semakin bertambah dan semakin banyak keberadaannya,” lanjut Gunawan.

“Kedepannya saya bersama dengan komunitas cibeet berencana akan menjaga dan melestarikan keberadaan burung Manyar, selain menjaga habit burung langka tersebut, juga menjadi kebanggan bagi warga di tempat tinggal kami,” ujar Gunawan. (red/ind)

 31 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *