Aksi Mahasiswa Minta Pihak Istana Keluar, Kapolda Siap Mediasi ke KSP

Kabarmetro.id, Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) berunjuk rasa mendesak agar pihak Istana ke luar untuk mendengarkan aspirasi dan tuntutan yang disampaikan mereka.

Para pendemo kebanyakan dari massa mahasiswa, meminta pihak kepolisian agar membuka pembatas kawat berduri yang menutup akses menuju Istana Merdeka.

BACA JUGA:  Masih Banyak Kerumunan, Pertanyaan yang Harus Dijawab Satgas Daerah?

Irjen Nana Sudjana Kapolda Metro Jaya mengatakan, sedang berkoordinasi dengan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk bertemu dengan para pengunjuk rasa.

“Mereka ingin bertemu dengan dari pihak Istana ini sedang kami sampaikan. Akan kami mediasi dengan pihak KSP,” kata Nana saat aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

BACA JUGA:  Per 5 Januari, DKI Jakarta Peringkat Satu Bertambahnya Kasus Positif Covid-19

Kapolda menjelaskan, sesuai aturan pengunjuk rasa hanya diizinkan hingga kawasan Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat.

“Untuk aturan aksi demo di sekitar patung kuda. Semua aspirasi akan kami tampung, selaku aparat tentu kami akan menyampaikan dan tentunya kita pun berharap bahwa aksi ini dapat berjalan dengan damai,” ucapnya.

BACA JUGA:  Tegas Menaker : Bukan PHK, UU Cipta Kerja untuk Memperluas Lapangan Kerja

Pada aksi massa kali ini, jelas Nana yang paling penting adalah aturannya ada di undang-undang nomor 9 tahun 1998 dalam hal penyampaian pendapat di muka umum bagaimana agar pesan itu sampai. (red/ehs)

 3,861 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *