Baznas Monitoring Evaluasi Pemberdayaan Kelompok Budidaya Belut di Waeleman

Kabarmetro.id, Maluku – Salah satu kelompok mustahik binaan Zakat Community Development BAZNAS di salah satu titik Kampung Zakat, Desa Waeleman, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Maluku yakni Kelompok melakukan diskusi bulanan bersama dilakukan di sebuah saung, Minggu (11/10).

Diskusi ini dihadiri tujuh orang anggota kelompok, sedangkan satu orang lainnya tidak hadir karena ada keperluan. Dikutip dari baznas.go.id

Adapun poin bahasan diskusi kali ini berupa evaluasi kerja anggota kelompok serta menyusun agenda-agenda kelompok yang akan dilakukan kedepannya.

BACA JUGA:  Diduga Sarang Baru Narkoba Kemenkes Diminta Cabut Ijin RS Radjak Salemba

Dari hasil diskusi, terdapat evaluasi dari kegiatan sortir belut yang dilakukan pada Bulan September lalu. Diketahui masih terdapat kelemahan-kelemahan dalam budidaya belut yang dilakukan mustahik, seperti kondisi kolam yang belum terlalu bersih dan adanya bau semen saat pengisian bibit belut. Selain itu, media tumbuh yang ada di dalam kolam tidak dibongkar saat berumur 2 bulan, sehingga berdampak pada jerami yang tidak berubah atau tidak terjadi pembusukan.

BACA JUGA:  Plt Bupati Cianjur Beri Bantuan Traktor Untuk Kelompok Tani Lembur Sawah

Lebih lanjut, dengan kondisi media yang belum sempurna tersebut, dapat mengakibatkan pertumbuhan belut tidak sempurna atau pertumbuhan tidak merata, sehingga belut yang sudah bertumbuh besar akan memakan belut yang berukuran lebih kecil. Dari hasil diskusi lainnya, perlu disediakan media lebih awal agar terjadi pembusukan terlebih dahulu sebelum bibit diturunkan ke kolam.

Dalam diskusi ini, kelompok juga akan mengagendakan untuk penyediaan media batang pisang dan media kotoran sapi serta kunjungan ke kolam budidaya belut milik masyarakat sekitar sebagai media pembelajaran.

BACA JUGA:  Pelaku UKM NTB Diminta Manfaatkan Teknologi Informasi

Saat diskusi berlangsung, kelompok yang didampingi Sahabat ZCD tidak lupa tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker sebagai bentuk ikhtiar dalam menjaga kesehatan bagi mustahik di Kampung Zakat Waleman.

Dengan dilakukannya diskusi seperti ini, diharapkan keterlibatan mustahik dalam program pemberdayaan menjadi lebih aktif dan terbukanya wawasan yang lebih luas. (red/mf)

 22 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *