Pemerintah Berikan Gratis Sertifikat Halal Pelaku UMKM

Kabarmetro.id, Jakarta – Teten Masduki Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (MenkopUKM) menyatakan para pelaku usaha mikro dan kecil akan mendapatkan sertifikasi halal gratis dari pemerintah.

“Dengan disahkannya UU Cipta Kerja, maka pelaku usaha mikro akan diberikan sertifikasi halal secara gratis, disubsidi oleh pemerintah. Ini adalah kebangkitan UMKM,” jelas Teten Masduki di Jakarta Rabu (14/10) dalam siaran pers di kantor KemenkopUKM.

Sertifikasi halal menjadi beban bagi UMKM, selama ini dinilai sulit dan mahal dalam hal proses pengurusan. Dan berdampak pada sektor usaha mikro jarang memiliki sertifikasi halal.

BACA JUGA:  Kapolres Melawi : Kepatuhan Ketertiban Dalam Berlalu lintas harus Dimulai Dari Anggota Terlebih Dahulu.

Dengan adanya label, ini sangat berarti untuk memberi nilai tambah dan daya saing UMKM. Berbeda untuk UMKM di sektor kesehatan dan keamanan, ucapnya selain sertifikat halal, diperlukan Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Ini beban UMKM selama ini, sehingga sulit menjualnya. Dengan disahkannya UU Cipta Kerja, ini digratiskan dan ditambah dengan adanya lembaga yang melakukan pengujian dan MUI yang mengeluarkan,” tuturnya.

Sektor UMKM mencapai 97 persen penyerapan tenaga kerja di Indonesia. Untuk itu, dengan disahkannya UU Cipta Kerja akan memperkuat UMKM untuk tumbuh dan berkembang serta memiliki daya saing yang kuat. Ia merasa optimis UMKM akan menyerap tenaga kerja yang besar.

BACA JUGA:  GPP Memperingati 75 Tahun Kelahiran Pancasila dan HUT ke - 1 GPP

“Saat ini angka pengangguran lebih dari 7 juta orang, jika ditambah PHK baru, sebesar 3 juta, maka kondisinya tidak mudah. UU Cipta Kerja mengatur dari hulu sampai hilir, mulai dari perizinan UMKM, pembiayaan, akses pasar, dan perbaikan rantai pasok. Saya optimis UMKM bisa tumbuh berkembang, dengan menyerap tenaga kerja lebih besar lagi,” tambah Teten.

BACA JUGA:  Mahfud: Papua Bakal Dimekarkan Jadi 5 Provinsi

Di masa pandemi Covid-19 akan menjadi momen kebangkitan UMKM di Indonesia, karena banyak pelaku usaha yang melakukan adaptasi dan inovasi produk, lanjut Teten.

Ia mengatakan, para pelaku UMKM di masa pandemi mengalami peningkatan penjualan mencapai 60 persen pada sektor makanan dan minuman menjadi primadona pilihan, karena dengan adanya media daring pelanggan sangat mudah memesannya. (red/ehs)

 3,989 total views,  6 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *