Penambahan Bangunan 2 Lantai di Kampung Pangkalan Semanan Kalideres Diduga Tanpa Memiliki IMB

Kabarmetro.id, Jakarta – Dokumen yang hampir sering dilupakan dalam transaksi jual beli rumah yaitu Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Banyak rumah tanpa IMB yang berdiri, dan bahkan dijual kembali.

Bukan cuma dirobohkan, yang melanggar aturan seputar kepemilikan IMB ini bisa mendapatkan sanksi berat hingga akhirnya bangunan pun dirobohkan oleh pemerintah setempat karena pemilik rumah tak mengantongi izin tersebut.

Banyak sekali kejadian yang sudah terjadi, seperti bangunan tambahan menjadi 2 lantai tanpa IMB milik Sukari yang terletak di Kp pangkalan RT 06 RW 006 No 7 Kelurahan Semanan Kecamatan Kalideres yang mana bangunan tersebut sudah berjalan hampir 60% sedang berjalan.

Tim awak media saat memantau dan ke kantor Kecamatan meminta tangapan ke Citata pada Rabu, (30/9) tidak ada di tempat, sangat ironis bangunan yang hampir sedang berjalan dan diduga tanpa memiliki IMB tidak tersentuh pihak terkait untuk menindaknya.

BACA JUGA:  Pasien Positif Di Indramayu Bertambah Satu Orang

Sudah umum diketahui, bahwa bangunan yang jika tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan tertera dalam Pasal 115 ayat (1) PP Nomor 36 Tahun 2005. Berdasarkan pasal ini, pemilik rumah yang tidak memiliki IMB, dapat dikenakan sanksi administratif berupa penghentian sementara sampai dengan diperolehnya izin mendirikan bangunan/gedung.

Pasal 115 ayat (2) PP Nomor 36 Tahun 2005 yang berbunyi “Pemilik bangunan/gedung yang tidak memiliki izin mendirikan bangunan gedung dikenakan sanksi perintah pembongkaran”. Pasal 45 ayat (2) UUBG Selain sanksi administratif, pemilik bangunan juga dapat dikenakan sanksi berupa denda paling banyak 10% dari nilai bangunan yang sedang atau telah dibangun.

Sanksi yang didapatkan jika bangunan yang terlanjur berdiri tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan

Pasal 48 ayat (3) UUBG

BACA JUGA:  Maklumat Kapolri Tentang Covid-19, Secara Tegas Kapolres Lampung Utara Larang Warga Kumpulkan Massa.

Bangunan yang telah berdiri namun tak memiliki IMB, harus memperoleh IMB dengan cara mendapatkan sertifikat layak fungsi terlebih dahulu.

Peraturan tertulis soal Izin Mendirikan Bangunan

UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan yang dilansir dari reportaseinvestigasi.com menurut ketentuan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (“UUBG”), rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, rumah susun, dan rumah tinggal sementara untuk hunian termasuk dalam kategori bangunan gedung.

Pasal 7 ayat (1) UUBG

Ketika hendak didirikan, rumah, sama seperti bangunan lainnya, harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif dan teknis, sesuai dengan fungsi dan bangunan gedung.

Pasal 7 ayat (2) UUBG

Persyaratan administratif bangunan gedung meliputi status hak atas tanah, status kepemilikan bangunan gedung, serta izin mendirikan bangunan.

Pasal 40 ayat (2) huruf b UUBG

BACA JUGA:  Nuansa Kekeluargaan Sudah Terbangun MD KAHMI Sambas Gelar Milad KAHMI ke 54

Memiliki IMB merupakan kewajiban dari pemilik bangunan gedung.

PP 36/2005 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

Pasal 14 ayat (1) dan (2) PP 36/2005

Setiap orang yang ingin mendirikan bangunan gedung harus memiliki Izin Mendirikan Bangunan yang diberikan oleh pemerintah daerah (Pemda) melalui proses permohonan izin.

Pasal 15 ayat (1) PP 36/2005

Permohonan IMB kepada harus dilengkapi dengan:

Tanda bukti status kepemilikan hak atas tanah atau tanda bukti perjanjian pemanfaatan tanah, data pemilik bangunan gedung, Rencana teknis bangunan gedung, hasil analisis mengenai dampak lingkungan bagi bangunan gedung yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.

Pasal-pasal seputar IMB di atas, ada apa sebenarnya antara pemilik bangunan Sukari dengan pihak Citra Karya Citata Kecamatan Kalideres. (red/fa)

 3,904 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *