26.5 C
Jakarta
Sabtu, Februari 27, 2021

Tok ! PKS Nilai Omnibus Law Buka Ruang Ancam Kedaulatan Bangsa

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetro.id, Jakarta – Bukhori Yusuf Anggota Baleg Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), menyesalkan proses pembahasan RUU Omnibus Law tentang Cipta Kerja yang seolah terburu-buru. Dia menilai waktu pembahasan yang singkat tersebut berpotensi menimbulkan malpraktik di kemudian hari ketika UU tersebut diimplimentasikan.

Perlu analisa lebih mendalam katanya, RUU dengan tebal sebanyak 1.028 halaman, berisi 174 pasal berikut turunannya, berdampak pada sekitar 74 UU eksisting, dan diselesaikan dalam waktu kurang dari setahun menunjukan bahwa pembahasan RUU ini seolah dipaksakan.

“Tuntutan waktu yang sangat singkat ini jelas tidak memberikan ruang memadai bagi fraksi-fraksi lain untuk mengkaji secara cermat terhadap setiap detail pasal yang ada dalam RUU ini. Padahal, RUU ini akan memberikan dampak yang signifikan di setiap lini kehidupan masyarakat,” ujar Bukhori kepada wartawan, Selasa (6/10).

Ia menambahkan, proses pembahasan yang berlangsung secara maraton dalam beberapa minggu terakhir ini membuat beberapa agenda rapat tim perumus dan tim sinkronisasi tertunda karena tenaga ahli Baleg DPR yang kewalahan. Karena, kemampuan mereka tidak bisa dipaksakan untuk merampungkan kompilasi rumusan pasal yang mencakup hampir 80 UU.

“Mereka bekerja tanpa jeda. Pembahasan berlangsung hampir seharian penuh. Bahkan Jumat sampai Minggu mereka tetap bekerja untuk segera merampungkan RUU tersebut,” katanya.

Bukhori menambahkan, ‎terdapat sejumlah pasal krusial yang memerlukan pendalaman yang cermat mengingat adanya irisan antara satu pasal dengan pasal yang lain. Misalnya, terkait perizinan berusaha, pengelolaan SDA, hingga ketenagakerjaan.

“Kesalahan langkah dalam merumuskan karena sikap ketergesaan akan mengakibatkan kerugian besar bagi rakyat di kemudian hari. Karena itu, PKS tidak ingin rakyat dirugikan sehingga kami menekankan kehati-hatian selama pembahasan,” katanya.

Fraksi PKS sendiri menyatakan penolakannya secara tegas terhadap pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di sidang paripurna. Terdapat sejumlah alasan atas sikapnya tersebut.

Pertama, pembahasan RUU Cipta Kerja sangat minim dari partisipasi publik sehingga masukan, koreksi, dan penyempurnaan RUU tidak bisa diperoleh secara optimal. “RUU ini tidak sepenuhnya merepresentasikan kehendak rakyat,” tuturnya.

Kedua, tenggat waktu pembahasan yang singkat membuat proses pembahasan tidak optimal karena mengabaikan unsur kecermatan dan kehati-hatian. Ketiga, RUU Cipta Kerja gagal membaca situasi kebutuhan bangsa saat ini.

“Ketiga RUU Cipta Kerja membuka ruang bagi ancaman terhadap kedaulatan bangsa, potensi perusakan alam, dan sentralisasi kekuasaan di pemerintah pusat,” pungkasnya.‎ (red/km)

- Advertisement -

Latest news

Lantik Delapan Pejabat Eselon II, Wali Kota Habib Hadi Nantikan Terobosan dan Inovasi

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Di tengah rintik hujan yang membasahi Kota Probolinggo, Jumat malam (26/2), Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin melantik delapan pejabat yang...
- Advertisement -

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Lantik Bupati dan Wakil Bupati Humbang Hasundutan

Kabarmetro.id, MEDAN - Salah Satu kepala daerah yang dilantik yakni Bupati/Wakil Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan Prosesi pelantikan kepala daerah periode 2021-2026 dilakukan secara langsung di...

Ikon Jembatan Nanga Pinoh Sasaran Warga, Tim Satgas Bubarkan Kerumunan

Kabarmetro.id, MELAWI - Tim Yustisi Kabupaten Melawi dan Satgas Aman Nusa II Polres Melawi melakukan imbauan agar masyarakat tidak melakukan kerumunan dibawah jembatan Nanga...

Diskominfo Purwakarta Raih Penghargaan Urusan Persandian se Jawa Barat

Kabarmetro.id, PURWAKARTA - Era keterbukaan dan globalisasi berdampak pada keterbukaan informasi, dimana untuk memperoleh informasi sangatlah mudah, bahkan dijamin oleh Undang-Undang. Masyarakat memiliki kebebasan...

Related news

Resmi Dilantik Rohidin-Rosjonsyah, Presiden RI Titip Salam Kepada Masyarakat Bengkulu

Kabarmetro.id, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi resmi melantik gubernur bengkulu Rohidin Mersyah dan Wakil Gubernur Bengkulu Rosjonsyah di Istana Negara, Kamis pada...

Butuh Dua Kali Suntikan Vaksin Capai Titer Optimal Guna Melawan Virus

Kabarmetro.id, JAKARTA - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan (Kemkes) dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan, adanya tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat yang terinfeksi Covid-19...

Presiden Joko Widodo Berikan Target Dua Hari, Jebolnya Tanggul Citarum

Kabarmetro.id, BEKASI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Tri Rismaharini, dan Gubernur Jawa...

PBNU dan Baznas Jalin Kemitraan Strategis, Gerakan Cinta Zakat

Kabarmetro.id, JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjalin kemitraan strategis dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). PBNU pun mendukung penuh BAZNAS dalam mengelola...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan