30.2 C
Jakarta
Rabu, Maret 3, 2021

Google Bakal Blokir Iklan Politik Pemilu Presiden Amerika Serikat

- Advertisement -
- Advertisement -

Kabarmetrp.id, USA – Dalam laporannya Google bakal memblokir iklan yang terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) setelah pemungutan suara ditutup pada 3 November mendatang.

Google mengambil sikap tersebut dalam upaya menghindari kebingungan publik dan gesekan lain yang mungkin timbul akibat dari Pilpres AS.

Google membagikan Informasi tersebut melalui email-nya kepada para pengiklan. Google menyatakan tidak akan mengizinkan iklan yang mereferensikan kandidat, pemilu, atau hasil pemilu mengingat jumlah suara yang belum pernah terjadi sebelumnya akan dihitung setelah hari pemilu tahun ini.

Waktu pemblokiran sendiri belum ditentukan karena harus memeriksa sejumlah faktor sebelum memutuskan untuk mencabut kebijakan tersebut.

Sebagai informasi, di era digital dan media sosial seperti sekarang ini, kekuatan online tidak bisa dianggap remeh. Untuk melakukan bagiannya, Google sendiri telah mengumumkan fitur baru untuk mesin pencarinya selama beberapa minggu terakhir untuk memberikan informasi terperinci tentang cara mendaftar dan memilih, mengarahkan pengguna ke penyelenggara pemilu lokal dengan benar.

Google juga telah menerapkan protokol ke YouTube yang akan menghapus konten yang ditujukan untuk manipulasi, termasuk video yang berisi informasi yang diretas tentang seorang kandidat politik yang dibagikan dengan maksud untuk ikut campur dalam pemilihan.

“Ini akan mencakup iklan yang saat ini berada dalam cakupan kebijakan iklan pemilu kami (menyebutkan pemegang atau kandidat negara bagian atau federal saat ini, partai politik, atau pengatur suara), iklan yang merujuk pada pemilihan federal atau negara bagian dalam iklan, dan iklan apa pun yang berjalan pada permintaan pencarian terkait pemilu, termasuk tentang kandidat atau pemegang jabatan,” tulis blast email Google kepada mitra pengiklan dilansir via DailyMail.

Raksasa online lainnya, Facebook, juga memblokir iklan politik, tetapi akan melakukannya sebelum pemilihan. CEO Mark Zuckerberg mengumumkan awal bulan ini bahwa mereka akan melarang semua iklan politik baru seminggu sebelum pemilihan sebagai bagian dari serangkaian langkah untuk mencegah campur tangan dalam pemilu AS nanti.

“Kami akan memblokir iklan politik dan isu baru selama minggu terakhir kampanye. Sangat penting bahwa kampanye dapat menghasilkan kampanye pemungutan suara,” tulis Zuckerberg. (red)

- Advertisement -

Latest news

Tambal Sulam Atasi Kerusakan di JLU Mayangan, Inikah Solusinya?

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Tambal sulam ruas jalan yang rusak di Kota Probolinggo kembali rusak. Buktinya di JLU Mayangan yang baru saja dilakukan penambalan, kini...
- Advertisement -

PT Surya Mandiri Jaya Bersama Persit KCK Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir

Kabarmetro.id, TANGERANG - Bersama Ketua Persit KCK Cabang XXIV Kodim 0510/Trs NY. Herawati Bangun I E Siregar PT Surya Mandiri Jaya yang terletak di...

Buntut Cedera Paha, Ibrahimovic Bakal Absen Hadapi MU

Kabarmetro.id - Zlatan Ibrahimovic terancam absen membela AC Milan yang akan menghadapi Manchester United (MU) di Liga Europa karena mengalami cedera paha. Pemain pencetak gol...

Presiden Joko Widodo Batalkan Investasi Miras

Kabarmetro.id, JAKARTA - Setelah mendengar masukan, saran dan kritik dari para tokoh bangsa, para ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nadhlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan...

Related news

Santai Bersama Hawa Dingin di Prancis

Kabarmetro.id, PARIS - Kota Nice adalah sebuah kota di Prancis Selatan yang terletak di tepian Laut Tengah, antara Marseille dan Genoa. Kota ini merupakan...

Israel Buka Kedutaan di Uni Emirat Arab

Kabarmetro.id, ISRAEL - Setelah empat bulan Israel mengumumkan pembukaan kedutaan di Uni Emirat Arab (UEA) pada Minggu (24/1), setelah adanya penandatanganan sebuah perjanjian untuk...

Pendukung Trump Serbu Gedung Capitol, Berikut Penyerangan yang Pernah Terjadi

Kabarmetro.id - Massa pendukung Presiden Donald Trump menyerbu serta melakukan perusakan Gedung Capitol Hill, Rabu petang (6/1/2021) waktu setempat. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk...

Presiden Terpilih Joe Biden Program 100 Hari Targetkan 100 Juta Vaksin Covid-19

Kabarmetro.id, AMERIKA SERIKAT - Pada pemilu presiden lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden menetapkan target 100 juta vaksinasi Covid-19 dalam 100 hari...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan