Buton Gagal Pertahankan Prestasi MTQ Ke- 28 Sultra

Kabarmetro.id, Buton – Selama satu pekan, digelarnya Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVIII (28) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara resmi ditutup pada Jumat (25/9). MTQ kali ini Kafilah Kabupaten Buton tidak dapat mempertahankan prestasi, seperti pada MTQ sebelumnya, saat itu Buton meraih juara umum dua.

Dari delapan 42 jenis lomba yang diikuti, Kabupaten Buton hanya mampu meraih juara 3 untuk lomba karya tulis ilmiah Al-Qura’an golongan Putri atas nama Wa Ode Devi. Sehingga dengan hasil tersebut, Kabupaten Buton tidak masuk peringkat 10 besar.

Pada penutupan, Asisten Satu Sekretariat Daerah Kabupaten Buton, Alimani mengatakan hasil yang didapatkan pada MTQ ke-28 ini merupakan hal yang biasa karena menurutnya dalam perlombaan harus mengakui setiap keunggulan yang dimiliki oleh peserta dari daerah lainnya.

“Dan bukanlah berarti Kabupaten Buton dengan tidak dapat juara, mematahkan semangat kita, semestinya ini harus menjadikan semacam motivasi untuk kita lebih baik lagi kedepannya. Okelah juara itu tidak bisa kita miliki untuk tahun ini, tapi harapan dan semangat tidak boleh kita hilang,” sambungnya.

BACA JUGA:  Kapolsek Nanga Pinoh Pantau Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang Pilkades

Melihat pencapaian tersebut, Alimani mengaku akan melakukan evaluasi bersama dengan pihak Kementerian Agama Kabupaten Buton. Pada pelaksanaan MTQ berikutnya kafilah bisa mempersembahkan hasil yang membanggakan.

“Kita akan evaluasi semua elemen khususnya dalam hal ini Kementrian Agama Kabupaten Buton, saya yakin beliau sudah ada program-program yang secara kongkrit nanti untuk kita lakukan agar lebih baik lagi kedepan,” ucapnya.

Salah satu penyebab utama Kabupaten Buton tidak masuk peringkat 10 besar dalam MTQ tingkat Provinsi, ia pun mengakui karena para peserta harus bertanding secara virtual. Terlebih lagi, penyelenggaraan lomba semacam ini merupakan hal baru.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, H. Mansur, ditempat yang sama juga menuturkan selama ini mereka sudah melakukan pembinaan, hanya saja kita belum terlalu siap menghadapi MTQ.

“Kalau pembinaan kita sudah cukup bagus ini, Pemda juga sudah mendukung kegiatan ini, hanya karena pertama mungkin daerah lain lebih siap dari kita. Yang kedua mungkin sistim virtual ini menjadi sesuatu yang baru bagi kita sehingga anak-anak kita ini masih terkendala secara teknisnya,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kunjungan Pansus DPRD Lahat ke DPRD Kepahiang Bahas Propemperda

Kedepannya lanjut Mansur, pihaknya akan lebih giat lagi agar pada pelaksanaan MTQ berikutnya, Kabupaten Buton bisa meningkatkan prestasinya. Ia juga mengaku banyak mendapatkan pengalaman dari para peserta yang mendapatkan juara untuk nantinya dapat diterapkan untuk para peserta khafilah Kabupaten Buton.

“Kelihatan memang kita masih jauh tertinggal dibandingkan dengan daerah lain, maka tentunya kita akan belajar kiat-kiat apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman yang sudah berprestasi pada daerah lain untuk menjadi masukan bagi kami untuk kita berikan input kepada Pemda,” ungkapnya.

Walaupun gagal meraih prestasi, para peserta akan diupayakan untuk mendapatkan reward. “Untuk reward sudah pasti ada hanya dalam bentuk apa kami belum bisa sampaikan karena kami dan Pak Asisten masih koordinasi dengan Pak Bupati Buton, tapi yang pasti semua akan mendapatkan reward dari Pemda,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada MTQ yang digelar secara virtual tersebut, Kabupaten Kolaka keluar sebagai juara satu umum dengan 17 emas, 6 perak dan 2 perunggu. Jumlah nilai, 105. Juara dua umum, Kota Kendari dengan perolehan medali, 5 emas, 7 perak dan 7 perunggu. Total nilai 53.

BACA JUGA:  Penurunan Stunting, Kembali Raih Penghargaan Bengkulu Utara

Juara tiga umum, Kabupaten Konawe Selatan dengan perolehan medali, 6 emas, 6 perak dan 4 perunggu. Total nilai, 52. Urutan ke empat, Kabupaten Muna dengan perolehan 7 medali emas, 3 perak, 3 perunggu. Jumlah nilai 47.

Urutan ke lima ditempati, Kabupaten Kolaka Utara, dengan perolehan 4 medali emas, 5 perak dan 3 perunggu, jumlah nilai 38. Urutan enam, Kota Baubau dengan perolehan medali 2 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Jumlah nilai, 19.

Urutan tujuh, Kabupaten Bombana dengan raihan medali, 3 perak dan 8 perunggu. Jumlah nilai 17. Peringkat delapan Kabupaten Kolaka Timur, dengan perolehan medali satu emas, dua perak, dua perunggu. Jumlah nilai 13,3.

Peringkat sembilan Kabupaten Buton Selatan dengan perolehan medali 4 perak dan 1 perunggu. Jumlah nilai 13. Kemudian, peringkat 10 yaitu Kabupaten Buton Tengah dengan perolehan medali, satu emas, satu perak dan empat perunggu, jumlah nilai 12. (red/ad)

 79 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *