27.2 C
Jakarta
Jumat, Februari 26, 2021

Modus Pemerasan Melalui Video Call Anggota DPRD Sambas Dengan Wanita, Otak Pelaku Dari Lapas

- Advertisement -
- Advertisement -

Pontianak, kabarmetro.id – Oknum anggota DPRD Kabupaten Sambas tersebar Video Call Sex (VCS) akhirnya mendapatkan titik terang dari pihak kepolisian. Video yang menghebohkan masyarakat tersebut, disinyalir sebagai modus pemerasan.

Jejak digital awal mula video tersebut di telusuri tim gabungan Polres Sambas dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar dengan berhasil mengamankan sindikat pemerasan. Senin (21/9/2020)

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengungkapkan tim gabungan Sat Reskrim Polres Sambas dan Tim Siber Polda Kalbar mengamankan 4 tersangka yang merencakan pemerasaan terhadap anggota DPRD berinisial BK, bahkan 2 tersangka di antaranya merupakan warga Lembaga pemasyarakat kelas II A Pontianak.

Kronologis pengungkapan kasus video viral tersebut dijabarkan oleh Donny.

“Terkait viral video di media sosial yang melibatkan seorang anggota DPRD di Kabupaten Sambas. Pada tanggal 19 September 2020 Polres Sambas menerima laporan tentang dugaan tindak pidana pemerasan atau dugaan tindak pidana ITE” sebutnya

Dari laporan tersebut, Sat Reskrim berkoordinasi dengan tim siber Polda Kalimantan Barat untuk melakukan rangkaian penyelidikan.

Hasil penyelidikan, di dapati dua nomor handphone yang melakukan pengancaman melalui pesan whatsapp kepada korban.

“Petugas melakukan pencarian terhadap 2 nomor handphone yang digunakan melakukan pengancaman menyebar video dan melakukan pemerasaan” tambahnya

Kabid Humas melanjutkan, dari hasil pencarian berdasarkan nomor handphone, pihaknya mendapati seorang bernama A warga Pontianak yang baru saja keluar dari Lapas kelas 2 Pontianak pada bulan Agustus 2020. Setelah dimintai keterangan, A mengaku bahwa handphone milikya di pinjam oleh G yang merupakan teman 1 sel tahanan.

Berkoordinasi dengan pihak Lapas 2 Pontianak, petugas melakukan pemeriksaan kepada seorang berinsial G.

Dari hasil introgasi petugas, G yang merupakan warga Sambas mengakui perbuatannya dengan menyuruh pelaku lain yaitu D untuk menghubungi korban untuk di ajak video call sex.

“Pelaku berinsial G ini yang berada di dalam lapas ini merencakan pemerasan dengan menyuruh rekannya yang berinsial D untuk menghubungi korban” lanjutnya

Setelah D berhasil mengajak korban untuk video call, D langsung merekam aktivitas tersebut dan mengirim kembali kepada G.

Saat video tersebut sudah diterima oleh pelaku, ia kemudian menghubungi korban dan meminta uang sejumlah 4 juta agar tidak menyebarluaskan video tersebut kepada publik.

“Untuk jangka waktunya cukup lama, dari tanggal 22 agustus para pelaku ini mulai menghubungi korban untuk meminta sejumlah uang. Hingga akhirnya pada tanggal 8 September video tersebut diupload ke beberapa grup komunitas masyarakat,” ungkap Donny.

Kabid Humas Polda Kalbar ini juga menambahkan, saat video tersebut sudah di upload ke beberapa grup facebook. Para pelaku ini kembali melakukan pemerasaan kepada korban dengan meminta uang sebesar 4 juta untuk menghapus postingan video tersebut.

Pada saat ini lah korban mentransfer nominal 4 juta dengan tawaran menghapus video karena merasa takut.

“4 pelaku ini yaitu A yang meminjam sarana handphone, kemudian berinsial G yang merupakan otak pemerasaan warga lapas, D yang betugas menghubungi dan mengajak korban video call dan terakahir N alias R yang memposting video tersebut ke media sosial,” jelas Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go.

Adapaun barang bukti yang diamankan petugas yaitu 1 slip lembar pengiriman uang sebesar 4.000.000, screen shoot percakapan melalui pesan whatsapp dan handphone milik para pelaku.

Saat ini para pelaku pemerasaan sudah diamankan petugas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. (jnr)

- Advertisement -

Latest news

Wali Kota Habib Hadi Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Karim

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin didampingi Camat Kanigaran Agus Riyanto dan Lurah Kebonsari Kulon Ikromi Wida Utama, meninjau lokasi...
- Advertisement -

Antisipasi Curah Hujan dan Angin Kencang, Waspadai Pohon Tumbang

Kabarmetro.id, PROBOLINGGO - Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kota Probolinggo menyebabkan adanya pohon tumbang. Ada beberapa pohon tumbang karena hal tersebut....

Prioritas, Vaksinasi Rutan dan Lapas Over Kapasitas

Kabarmetro.id, JAKARTA - Program vaksinasi Covid-19 seharusnya diprioritaskan pada rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang over kapasitas. Karena petugas Rutan atau Lapas...

Pidato Pertama Wali Kota Gibran: Sabtu-Minggu Kami Tetap Bekerja

Kabarmetro.id, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyampaikan pidato pertamanya setelah dilantik sebagai Wali Kota Solo pada Jumat (26/2). Dia dan Wakil...

Related news

Prioritas, Vaksinasi Rutan dan Lapas Over Kapasitas

Kabarmetro.id, JAKARTA - Program vaksinasi Covid-19 seharusnya diprioritaskan pada rumah tahanan (Rutan) dan lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang over kapasitas. Karena petugas Rutan atau Lapas...

Pengusaha Ayam Geprek D&L Tertipu Pesanan dari Polres Melawi, Ternyata?

Kabarmetro.id, MELAWI - Telah terjadi modus penipuan mengatasnamakan kepolisian kabupaten Melawi yang di alami oleh Devi pemilik warung ayam geprek D&L yang beralamat di...

Jaksa Agung Sebut Korupsi Asabri Terbesar di Indonesia

Kabarmetro.id, JAKARTA - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menyebut kasus korupsi yang terjadi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) merupakan kasus korupsi dengan...

Tewas! Truk Tabrak Pejalan Kaki

Kabarmetro.id, MELAWI - Telah terjadi kecelakaan lalu lintas antara mobil Truck dengan Pejalan Kaki, yang menyebabkan korban pejalan kaki meninggal dunia. Di jalan Provinsi...
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan