Koordinasi Kemensetneg Dengan KPK Terkait Aset Monas, TMII dan Gedung Veteran

Jakarta, kabarmetro.id – Mengunjungi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk berkoordinasi dilakukan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) terkait penertiban dan pemulihan Barang Milik Negara (BMN) senilai Rp571,5 triliun, Rabu (16/9/2020).

Perlu mendapat perlindungan aset, antara lain Monumen Nasional (Monas), Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kawasan Gedung Granada Gedung Veteran, Semanggi, Jakarta.

Sekretarsis Kemensetneg Setya Utama mengungkapkan dalam jumpa pers di KPK, Jakarta Selatan. “Kami juga berharap agar KPK dapat mendampingi terkait upaya penertiban dan pemulihan aset negara dan aset Kemensetneg lainnya,” kata Setya.

BACA JUGA:  Jokowi: Pengorbanan yang Tiada Terpermanai, Membuat Kita Lebih Siap Menuju Indonesia Maju

Lebih rinci nilai aset Kemensetneg per Selasa, 15 September 2020. Antara lain, Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) GBK senilai Rp347,8 Triliun.

Kemudian BLU PPK Kemayoran senilai Rp143,4 Triliun, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) senilai Rp10,2 Triliun, dan Gedung Granada (Veteran) Semanggi senilai Rp2 Triliun.

BACA JUGA:  Sudah Memasuki Tahap Akhir Penerbitan EUA Vaksin Covid-19

“Sedangkan aset Monas belum dicatat oleh Kemensetneg karena dalam proses sertifikasi. Sesuai pengukuran BPN luas kawasan Monas adalah 716.906 meter persegi,” kata Setya.

Kemensetneg menghadapi kendala dalam pengelolaan aset adalah menagih kewajiban para penyewa karena konflik dengan pihak ketiga atau swasta. Padahal, kewajiban penyewa untuk membayar kontrak sudah ditetapkan sejak awal.

BACA JUGA:  Upaya Kemhub Sosialisasikan Keselamatan Berkendara

Kasatgas Koordinasi Pencegahan Wilayah II KPK, Asep Rahmat Suwandha, mengatakan pemanfaatan aset seperti GBK, Kemayoran, dan TMII, belum optimal menyumbang pemasukan keuangan negara.

Asep menjelaskan, salah satu instansi pemerintah yang menjadi perhatian KPK adalah Kemensetneg. “Karenanya, KPK akan melakukan pendampingan kepada Kemensetneg dalam pengelolaan dan pemanfaatan aset untuk menghindarkan kerugian negara”.(Red)

 5,154 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *