Baru 2 Hari PSBB Ketat DKI Sudah 10 Perusahaan Ditutup Disnakertrans dan Energi

Jakarta, kabarmetro.id – Selama dilakukan PSBB ketat Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans dan Energi) DKI Jakarta menutup 10 perusahaan di Ibu Kota. Penutupan sementara dilakukan menyusul adanya kasus baru virus corona atau Covid-19.

Kadisnakertrans Andri mengatakan, 10 perusahaan yang ditutup tersebut merupakan hasil inspeksi mendadak (sidak) terhadap 130 perusahaan dalam dua hari terakhir. Data perusahaan berasal dari Dinas Kesehatan yang mengetahui ada salah satu pekerja positif virus corona.

BACA JUGA:  Sekda DKI Jakarta Saefullah Meninggal Dunia Karena Covid-19

“Kami koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Karena banyak perusahaan yang melapor langsung ke Dinkes, mereka kirim data-data yang melapor. Kami langsung mendatangi kantor tersebut, sudah benar belum perusahaan atau kantor melakukan protokol dan penanganannya,” ungkap Andri, di Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Dari rincian hasil sidak, enam perusahaan ditutup karena ditemukan kasus positif Covid-19 dan empat perusahaan karena tidak menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Dari enam perusahaan tersebut yaitu 3 perusahaan terletak di Jakarta Barat, 1 perusahaan di Jakarta Timur, dan 2 perusahaan di Jakarta Selatan.

BACA JUGA:  Kantor Wali kota Jakarta Pusat Tetap Buka Pelayanan

“Kalau yang enam seperti itu perusahaan tidak kena denda karena mereka melaporkan adanya kasus. Hanya seluruh gedung ditutup tiga hari untuk dilakukan penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor tersebut,” jelasnya.

Lanjut Andri, empat perusahaan lainnya ditutup karena perkantoran tersebut tidak membatasi jumlah karyawannya maksimal 25 persen dari kapasitas normal. Selain itu, pekerja lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.

BACA JUGA:  HUT Sumpah Pemuda ke-92, Wagub Ariza Apresiasi Kegiatan Sosial Oleh SAPMA PP

Empat perusahaan tersebut terletak di Jakarta pusat sebanyak 2 perusahaan, dan 2 perusahaan di Jakarta Barat.

“Kalau di ruangan itu dia sendiri tidak masalah, tapi kalau di ruangan itu ada karyawan lain itu yang bermasalah. Karena kita tahu sendiri PSBB ini sudah berlangsung cukup lama makanya sekarang diketatin supaya benar-benar disiplin menjalankan protokol pencegahan corona,” tandas Andri. (Red/EHS)

 10,741 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *