Diduga Pungli di SMPN 1 Ciseeng Kabid SMP Bogor Berkilah : Saya Baru Menjabat Belum Bisa Beri Keterangan

Bogor, kabarmetro.id – Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kbupaten Bogor Ramani akan segera panggil Kepala Sekolah SMPN 1 Ciseeng, diduga terkait pungutan rp50.000 setiap bulan kepada murid.

Ramani saat dikonfirmasi Kamis (10/9/ 2020) di ruang kerjanya mengatakan, “Saya baru hitungan hari di tempatkan disini jadi apapun yang terjadi saya belum tahu, dan saya baru mulai menjalankan tugas saya beberapa hari.”

“Jadi saya belum dapat memberikan keterangan, sebaiknya bapak datang lagi minggu depan,” ujar Ramani.

BACA JUGA:  Bentuk Kepedulian Polri Dalam Pendidikan, Satpolair Polres Indramayu Sediakan Wi-Fi Gratis Pembelajaran SD dan SMP Via Daring

Saat ditanya sanksi apa yang akan diberikan kepada kepala sekolah, “Kalau itu, saya tidak bisa memberi keterangan itu hanya Kepala Dinas (Kadis) yang bisa menjawab,” ujar Ramani.

Ketika ditanya, apakah pungutan di SMPN 1 Ciseeng di setor juga ke Kadis, dengan sigap ia menjawab, “Itu tidak mungkin pak, ini juga kami ketahui setelah ada berita di media bapak, “kilahnya.

Jadi, kami juga berterima kasih kepada rekan-rekan media yang selalu memberikan informasi ke kami dan saya akan benahi semua SMP di Kabupaten Bogor ini, ada 88 SMP negeri di Kabupaten Bogor ini, semuanya akan saya pantau agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini, ujar Ramani.

BACA JUGA:  Baznas Adakan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Covid-19

Usai Sholat Jum’at di Masjid Pemda Bogor, bertemu dengan Ketua investigasi LSM Garda P3 er, Notoyudo mengatakan, ini suatu musibah besar di dunia pendidikan Kabupaten Bogor.

“Ini sudah jelas ada kerja sama antara kepsek, guru-guru dan pengawas dari dinas pendidikan, mana mungkin mereka guru pengawas tidak mengetahui, pungutan ini sudah berjalan bertahun-tahun coba kita bayangkan kalau anak-anak kita di didik orang-orang seperti itu, mau jadi apa anak bangsa ini kalau pendidik nya saja sudah bermental korup,” tambahnya.

BACA JUGA:  Dukung Otsus Dilanjutkan Dialog Mahasiswa Papua Jabotabek di Bekasi

“Saya atas nama LSM, meminta Bupati dan kepala dinas pendidikan untuk mencopot kepsek dan memindahkan semua guru-guru yang terlibat pungutan itu,” ujar Noto. (Jelino)

 6,241 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *