Proyek Pemasangan Pagar Makam Ciri Mekar Dipertanyakan

Bogor, kabarmetro.id – Pemakaman umum Ciri Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor masih dalam pengerjaan tahap pemasangan pagar makam.

Proyek yang dikerjakan CV. Terang Cahaya Anugerah 60 hari masa kerja mulai dikerjakan mulai 21 Juli 2020, bernilai Rp 187.853.000 diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan keamanan bagi warga sekitar.

Selama ada proyek pekerjaan, Broto warga setempat mengatakan, sering memperhatikan peroyek pemasangan pagar makam.

Broto menambahkan, pekerjakannya tiang pagar yang dipasang tidak di cor hanya dibuat semen dan pecahan bata merah.

BACA JUGA:  Sanggau Tuan Rumah Seminar dan Bimtek FW - LSM Sesi II Se - Kalbar

“Apa tidak ada pengawas dari dinas pak kayaknya asal di pasang aja,” ujar Broto.

Petugas pemakaman yang bernama Mul mengatakan, kalau peroyek pemasangan pagar tidak ada hubungannya ke saya, saya disini hanya mengurusi makam dan saya bekerja secara sukarela.

“Kalau bapak mau jelas tanya saja sama pekerjanya, mungkin mereka tahu siapa pemborongnya,” ujar Mul.

Saat di tanya kabarmetro.id, siapa pemborongnya salah seorang pekerja peroyek yang mengaku bernama Ki mengatakan ini pemborongnya pak Rudolf, ujarnya.

BACA JUGA:  Maklumat Kapolri Tentang Covid-19, Secara Tegas Kapolres Lampung Utara Larang Warga Kumpulkan Massa.

Ketika ditanya lagi, siapa pengawas yang dari dinas kalau tidak salah pak Adri, ujar Ki.

Saat ditanya berapa ketebalan besi pagar yang di pasang dan berapa kedalaman pondasi lalu kenapa tidak di cor hanya di pasang bata merah pecahan, “kalau itu kami tidak tahu pak, kami hanya disuruh kerja ujar,” Ki.

BACA JUGA:  Sebagai Kapolsek Baru, Kompol T.F. Hutagaol Silahturahmi Dengan Ketua Ormas dan Ketua Serikat Pekerja PUK se Kecamatan Cengkareng

Melalui telpon seluler kami menghubungi untuk meminta konfirmasi Rudolf, pemborong dari proyek tersebut tidak diangkat.

Keterangan Mukti, pengamat pembangunan Kabupaten Bogor mengatakan, “Saya akan segera turun ke lokasi apabila tidak sesuai RAB nya, itu harus di stop pekerjaannya, karena itu uang rakyat dan uang hasil pajak makam,” ujar Mukti.

Kejanggalan ini perlu telusuri, mengingat proyek pemakaman ada anggarannya dan penggunaannya harus sesuai dengan RAB. (Jelino)

 3,160 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *