Ketua Umum LPPKI Angkat Bicara Terkait Dugaan Pungli di Lingkungan Kementerian BWSS S V

Padang, kabarmetro.id – Dihubungi via seluler Pakar HukumAzwar siri.SH.Med.CPl sehubungan dengan dugaan pungli pakir di lokasi normalisasi batang agam sangat mengecam dan menyayangkan tindak perugas parkir yg memungut parkir tanpa izin dari pemerintah setempat.

“Kalau benar tidak ada izin dari pemerintah setempat dalam hal ini maka tindakan oknum tukar pakir tersebut adalah tindakan melawan hukum yg membawa kerugian pada orang lain bisa dituntut baik itu secara pidana maupun secara perdata. Secara pidana bisa dilaporkan dengan tindak pidana pemerasan sesuai pasal 268 KUHP dan secara perdata bedasarkan pasal 1365 Kuh perdata .serta bisa juga dituntut berdasarkan UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Seharusnya pemerintah setempat harus tegas melarang dan tidak membenar melakukan pungutan parkir pada konsumen pengujung objek wisata tersebut apabila belum ada izin” tegas Azwar yang juga menjabat Ketua Umum LPPKI tersebut.

BACA JUGA:  JPU Kembalikan Berkas Perkara Dugaan Korupsi KONI Buton

Lebih jauh dikatakannya hal akan membawa citra buruk dan negatif pada pemerintah karena objek wisata ini dikelola oleh BWSS V dan pemko payakumbuh dan akan memperburuk citra objek wisata itu sendiri, dengan alasan apapun tanpa dasar hukum yang jelas tidak dibenarkan meminta pungutan kepada masyarakat, apabila memang ada oknum institusi yang sengaja menerima setoran dari petugas maka oknum itu juga bisa terjerat secara hukum.

BACA JUGA:  Ungkap Aktivitas Tambang Pasir Ilegal, Polres Buton Amankan Lima Orang

” BWSS V Kementrian PU selaku institusi yang menjadi Pemilik aset dan pengelola harus bertanggung jawab setiap dugaan perbuatan hukum yg terjadi pada wilayah penguasaannya. maka masyarakat membuat laporan atau pengaduan pada pihak yg berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai temuan tindak pidana dugaan parkir liar atau pungutan liar tanpa dasar hukum , maka para pelaku dan para pihak yg melakukan serta yang menyuruh melakukan dan turut serta melakukan bisa dipidana” tutup Azwar Siri.[] Red.

 155 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *