Dugaan Pungutan Liar di Lokasi Normalisasi Batang Agam

Payakumbuh, kabarmetro.id –  Lokasi Wisata Batang Agam saat ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Kota Payakumbuh, saat ini timbul permasalahan baru adanya dugaan pungli yang terjadi di Lokasi Parkir Batang Agam.

Hal ini tentu menjadi tanda tanya bagi banyak kalangan terutama masyarakat Kota Payakumbuh, dimana belum ada peresmian Lokasi Wisata, namun sudah ada petugas parkir yang memakai rompi bertuliskan BWS S V meminta uang ke masyarakat yang berkunjung ke Lokasi Batang Agam dengan alasan untuk biaya parkir.

Kepada kabarmetro.id  salah seorang petugas parkir yang berada di lokasi parkir Batang Agam mengaku mendapat ijin dari  aparat setempat dan memberikan uang sebagai setoran per/tiap minggu nya.(masih didalami kebenaran informasi nya).

BACA JUGA:  Pengguna dan Pengedar Sabu-Sabu di Bekuk Tim Opsnal Narkoba Polres Lampung Utara.

Mengenai karcis “untuk karcis parkir belum ada pak, kami cuma setoran perminggu, ada sih pak yang komplen, tapi kami tahan saja pak, mau gimana lagi, kami juga cari uang sehari-hari dari sini” ucap petugas parkir.

Informasi yang di dapat dari Kepala Dinas PUPR Kota Payakumbuh Muslim melalui  Whatsapp mengatakan “tidak pernah membenarkan pungutan apapun terhadap masyarakat di Lokasi Batang bahkan sudah melarang tapi tidak dihiraukan oleh petugas parkir, dan tidak ada uang parkir yang masuk ke Dinas PUPR.”

BACA JUGA:  Kepala Cabang Maybank Bobol Tabungan Nasabah 20 Miliar

Selanjutnya Kadis PUPR Kota Payakumbuh menyampaikan untuk pengelolaan Aset masih pada BWSS V Kementerian PUPR, dan untuk melakukan pembersihan Lokasi Dinas PUPR ikutserta bersama Dua Dinas terkait lainnya.

Pihak BWSS V , PPK satker wilayah Pantai dan sungai, Rizki saat dimintai keterangan via Whatsapp belum menanggapi terkait Dugaan Pungutan Liar yang mana seharusnya hal ini menjadi tanggung jawab dari BWSS V Kementerian PUPR. Ada apa dengan pengelolaan Batang Agam? hal ini terkesan seperti pengelola yang tidak mengelola Lokasi yang seharusnya dikelola dengan baik karena untuk pembangunannya menyerap miliaran APBN.

BACA JUGA:  Bareskrim Ungkap Modus Penipuan Lewat Email Bisnis Gasak Uang Korban Rp 276 Miliar

Diharapkan pihak berwenang menindaklanjuti dugaan Pungli ini agar tidak merugikan masyarakat umum yang ingin berkunjung ke Lokasi Batang Agam.

Dalam waktu dekat kabarmetro.id akan berkoordinasi dengan pihak Kementerian terkait adanya pakaian Rompi yang di gunakan apakah milik kementerian atau hasil rekayasa oknum.[] Red.

 426 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *