Satpol PP Paksa Hapus Rekaman Video Pimpinan Redaksi kabarmetro.id

Jakarta, kabarmetro.id –  Pelaksanaan PSBB di Kecamatan Cipayung Jakarta Timur yang di lakukan oleh Satpol PP dan Lurah Ceger yang mengancam kesehatan pelanggar yang berpeluang terkontaminasi virus corona.

Helm yang di kenakan, lokasi gambar : kantin Gd. Dewan Pers

Hal ini di alami pimpinan redaksi kabarmetro.id ketika melintas jalan raya Cipayung, yang sudah merasa aman dan nyaman mengenakan Helm Full Face, dibanding mengenakan ADP (Alat Pelindung Diri) yang bentuknya seperti Tameng pada wajah.

Memang pimpinan redaksi tidak mengenakan masker karena akan selalu terlepas ketika mengenakan helm yang ukuran kepala dgn helm padat, tidak longgar

BACA JUGA:  Pemusnahan Barang Bukti 2 Kg Sabu Yang Terungkap
Banyak ruang udara masuk

Akibat pelaksanaan PSBB oleh anggota satpol PP yang memaksa lepas helm, posisi pimpinan redaksi semakin berpeluang besar untuk terkontaminasi virus, apalagi ketika akan menjalani sangsi sosial, pihak petugas tidak menyediakan cairan disinfektan yang akan menambah peluang terkena virus tertular dari pelanggar lainnya.

Seperti pena untuk mengisi indentitas pelanggar, rompi yang di kenakan dan sapu yang di pegang pelanggar terdahulu,

BACA JUGA:  Miliki Kartu BPJS Ketenagakerjaan sejak tahun 2016 keterangan di daftarkan oleh UPP Dishub Transportasi DKI Jakarta 04-2018 sebagai peserta BPU

Bahkan lurah Ceger yang hadir di lokasi mengakui tidak memiliki masker untuk warga yang melanggar, artinya warga terkena sangsi tidak pakai masker karena beresiko kepada kesehatan, dan setelah menjalani sangsi sosial warga yang melanggar tetap tidak pakai masker.

Karena tidak ada jaminan benda yang maksud sudah steril atau belum, redaksi kabarmetro.id menolak, dan sempat mengambil moment video yang pada akhirnya di paksa hapus oleh petugas satpol PP.

BACA JUGA:  Polresta Bandara Soeta dan BNN Musnahkan Narkotika Jenis Sabu

Tindakan Satpol PP jelas telah membahayakan warga lain ketika membiarkan pelanggar pergi tanpa masker setelah menjalani sangsi sosial.

Rekaman Video masih bisa di temukan di google foto sebagai barang bukti petugas mengepung pimpinan redaksi dengan mengabaikan sosial distancing hanya untuk meminta hapus rekaman video. [] Red

 264 total views,  1 views today