Polres Kab. Tangerang Diminta Selidiki Penyerobot Lahan Fasos Fasum Milik Warga Villa Taman Bandara

Kab.Tangerang, kabarmetro.id – Kepingin memanfaatkan Fasilitas Umum (Fasum), warga perumahan Villa Taman Bandara RT.07,08 RW.10 Kelurahan Dadap kecamatan Kosambi Kabupaten Tangerang merasa kesulitan saat akan mempergunakan lahan ± 3000 m² untuk sarana olahraga dan taman bermain anak.

Pasalnya, saat warga yang bergotong royong baru-baru ini di lahan ± 3000 m² RT.07,08 RW.10 mengalami kesulitan, juga terjadi keributan, dikarenakan ada oknum yang mengklaim bahwa lahan tersebut miliknya, ada juga yang telah memanfaatkan lahan tersebut menjadi lahan parkir liar.

Lebih aneh lagi, Lurah Dadap terkesan tidak peduli mengetahui hal tersebut dimana diatas lahan ± 3000 m² RT.07,08 RW.10 ada bangunan gudang plastic dan bangunan liar selama ini telah terjadi pembiaran.

BACA JUGA:  Polres Payakumbuh Ringkus Dua Pengedar Uang Palsu

Saat dihubungi Kabar Metro melalui pesan Whatsapp, Fauzi Lurah Dadap belum bersedia menjawab dikonfirmasi terkait persoalan lahan Fasum ± 3000 m² RT.07,08 RW.10.

Menurut keterangan warga, ternyata keributan rebutan lahan ± 3000 m² RT.07,08 RW.10 sudah dilaporkan oleh LSM GARDA P3ER ke pemerintah dan pihak berwajib.

Site plan perumahan

Ditemui di Jakarta Timur selasa (07/07), Robinson Simanjuntak Ketua Umum LSM GARDA P3ER mengatakan “sudah jelas-jelas itu lahan Fasum, kok warga Villa Taman Bandara seperti pengemis mau memanfaatkannya”

BACA JUGA:  Lahan Masyarakat Dimanfaatkan Kontraktor Tanpa Ijin Hibah

Tambahnya “kami sudah layangkan surat ke pemerintah dan pihak berwajib, supaya orang-orang yang memanfaatkan lahan Fasum ± 3000 m² RT.07,08 RW.10 ditertibkan dan ditindak sesuai hukum yang berlaku” ucapnya

“jelas kok Fasum diatur dalam Undang-undang, siapa saja yang telah menikmati untuk kepentingan pribadi atas lahan Fasum harus ditindak, kami meminta Polres Kab. Tangerang Tangkap Garong Tanah Fasum Di Villa Taman Bandara” tegas Ketua Umum GARDA P3ER

Dihubungi melalui pesan whastapp, terkait persoalan lahan Fasum yang telah dilaporkan, Andi dari pihak Pengembang PT. Graha Cemerlang mengatakan“Insya Allah kami akan laporkan kpd Management atas laporan tsb”. Jawabnya melalui pesan whastapp

BACA JUGA:  Tega Ayah Cabuli Anak Kandung

Begitu juga Bambang Mardi Sentosa Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Tangerang menjelaskan kepada Kabar Metro saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp “Ya sesuai aturan ttg fasos fasum yang hrs diserahkan kpd pemerintah daerah, maka stl perumahan tsb selesai membangun dan operasional..maka 40% fasos fasum diserahkan kpd pemda. Jika belum diserahkan maka masih menjadi tanggung jawab pengembang” [] Notoyudo.

 5,369 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *