Wisata Lembah Harau Miliki Catatan Buruk Bagi Pengunjung Dan Warga Sekitar

Limapuluh Kota.kabarmetro.id – Pasca berakhirnya PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) sejak Senin, 8/6 lalu, objek wisata Lembah Harau Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat termasuk yang paling banyak di kunjungi wisatawan.

Dari hasil pantauan LSM AMPERA Indonesia, Koordinator, Dr (HC) Syawaluddin Ayub, juga Budayawan dan Seniman Minang itu, menilai objek wisata Lembah Harau hanya diminati wisata lokal saja, sementara wisatawan asing sangat minim dan hampir tidak ada.

Syawal yang asli putra Luak Limapuluah merasa prihatin atas kondisi dan pelayanan dalam mengelola wisata alam yang terkesan (amburadul.red) tidak terkelola dengan baik.

Masih menurut hasil pantauan dan hasil koreksi LSM Ampera, menurunnya aktifitas kedatangan wisatawan lokal maupun internasional sebabkan ada beberapa faktor, di antaranya :

BACA JUGA:  Pasien Positif Corona Bertambah 5 Orang Dalam 1 Hari

1. Kesan pertama wisatawan ketika memasuki pintu gerbang Lembah Harau di kenakan biaya masuk sebesar Rp 5000 sebagai retribusi jasa usaha sesuai perda nomor 2 tahun 2012 yang di nilai sebagai alat pungli.

2. Rombongan wisatawan yang datang hanya mendapat 1 tanda masuk sementara yang datang lebih dari satu.

3. Makian/ umpatan yang dikeluarkan oleh pengunjung/wisatawan atas kegiatan yang di anggap pungli oleh pengunjung telah menyinggung hati dan perasaan masyarakat Nagari Tarantang dan Harau yang berdomili di lokasi wisata alam tersebut.

Dari ketiga hal tersebut telah sampaikan masyarakat kepada pihak pemerintahan  setempat sejak kepemimpinan Bupati Alis Marajo, dan kini sudah berganti Bupati Irfendi Arni (Cq Dinas Pariwisata), termasuk petugas tiket yang berstatus Pegawai Harian Lepas di atur oleh Mulyadi warga sekitar,(Menurut Narsum. Red)  termasuk hasil penjualan tiket.

BACA JUGA:  Ciptakan Inovasi Luar Biasa, Pembeda Sosok Kepala Daerah

Di sinyalir Kepala Dinas Pariwisata Kab. Limapuluh Kota masih berpatokan kepada SK Bupati No.453 Tahun 2013 yang intinya ada kesepakatan antara Pemerintah Daerah dan DPRD untuk pemasukan ke kas daerah dari sumber Retribusi sebesar Rp.600 juta/tahunnya, sebut sumber.

Saat di konfirmasi kabarmetro.id , Kepala Dinas Pariwisata Kab. Limapuluh Kota, Ny. Ningsih melalui pesan singkat medsos WhatSapp, menyampaikan.” Mohon maaf  pak untuk pengelolaan karcis masuk harus sesuai ketentuan yaitu 1 orang 1 karcis. Pihak dinas tidak pernah merestui pungutan tiket di luar aturan, demikian kilah Ningsih.

Di tempat terpisah, kabar metro berhasil berbincang bincang  dengan tokoh masyarakat dua Kenagarian yang naungi wisata Lembah Harau, yakni Harau dan Tarantang, mengaku bernama Herman dan Edison.

BACA JUGA:  Waspada Terhadap penyebaran Virus Corona (Covid-19), Kasdim 0412 Himbau Anggota dan Keluarga

Dalam penyampaiannya ” kami berharap Dinas terkait jika pengelolaan pintu gerbang masuk ke kawasan wisata ini dipercayakan ke Badan Usaha Milik Nagari, ditargetkan dari hasil penjualan karcis masuk bagi pengunjung pemasukan ke kas daerah bisa mencapai Rp.1 miliar/ tahunnya,” demikian pungkasnya.

Hal tersebut, pada giliran dipastikan bisa meningkatkan pemasukan ke kas dua Nagari, Tarantang dan Harau, 80% dari 10 % dari bagi hasil dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, sejak berlakunya SK Bupati No.453 Tahun 2013, tentang Bagi Hasil Retribusi Tempat Rekreasi & Olah Raga Untuk Pemerintahan Nagari yang target pemasukan ke kas daerah sekitar Rp.600-an juta/ tahun. [] EB.

 2,195 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *