Kapolda Kalbar Pimpin Apel Kesiap Siagaan Karhutla

Kubu Raya, kabarmetro.id – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto S.H.,M.Si memimpin apel siaga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Tepatnya di PT MAR Kecamatan Teluk Pakedai pada Kamis (25/6)

Turut hadir dalam pelakasanaan apel penanggulangan Karhutla, Bupati Kubu Raya Huda Mahendrawan, Ketua DPRD Kubu Raya Agus Sudarmansyah dan Pejabat Utama Polda Kalbar.

Kapolda Kalbar melalui Kabid Humas Kombes Pol Donny Charles Go menuturkan, pelaksanaan apel dalam rangka untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, mengingat akan memasuki musim kemarau.

BACA JUGA:  Antisipasi Covid 19, Pemprov Lampung Liburkan Sekolah Tingkat SMA/SMK/SLB Sampai 22 April.

“Hari ini Kamis 25 Juni 2020, telah dilaksanakan apel gabungan kesiap siagaan kebakaran hutan dan lahan. Melibatkan perusahaan, Manggala Agni dan tokoh masyarakat” kata Donny

Kabid Humas Polda Kalbar menyebutkan, langkah awal dalam penanggunglangan Karhutla di wilayah Kalbar akan dimulai dari sosialiasi dan imbauan oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi.

BACA JUGA:  Solidaritas Tanpa Henti, Srikandi Luak 50 Bantu Lansia

“Sosialiasi dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat sampai ketingkat Desa, untuk mengimbau waga untuk tidak membakar lahan, terutama saat memasuki musim kemarau” jelasnya

Selain itu, dalam pelaksanaan apel ini juga melibatkan pihak korporasi yang memiliki lahan perkebunan.

“Pihak korporasi juga kita libatkan, sebagai warning awal untuk tidak main main dalam hal pembakaran hutan dan lahan” tambahnya

Donny mengingatkan kembali kejadian Karhutla di Kalimantan Barat pada tahun 2019 sebanyak 71 kasus. 7 kasus diantaranya dilakukan oleh korporasi dan sisa 64 dilakukan perorangan. Untuk lahan yang terbakar mencapai 4.594,72 Hekatare.

BACA JUGA:  Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Way Melan Mendapat Apresiasi Warga

Kerugian dibidang ekomoni juga tidak terelakan pada Karhutla 2019. Bandara Supadio Pontianak saat itu sempat menutup penerbangan akibat jarak pandang yang minim.

“Harapan kita tidak ada lagi Karhutla, untuk itu kita ingatkan dan tegaskan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan” tutupnya.[] Jnr

5,055 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *