Lapdu Di Polres Jaktim Sudah Bayar, Tindaklanjutnya Mengecewakan

Jakarta, kabarmetro.id – Pengakuan seorang warga Cililitan Jakarta Timur, Fredy Ardiyanto 61 tahun membuat Laporan Pengaduan (Lapdu) di Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Timur (Jaktim) bayar Rp.3 juta namun ia merasa tindaklanjutnya mengecewakan.

Surat Tanda Lapor Pengaduan (STLP) Nomor; 115/K/I/2020/RESTRO JAKTIM tanggal 20 januari 2020, laporan tentang Menguasai Tanah Tanpa Hak sesuai dengan pasal 167 KUHP.

Saat ditemui kabarmetro.id di cililitan (15/06) Fredy mengatakan “kenapa ya kok saya sudah bayar Rp.3 juta, STLP juga nggak dikasih ke saya makanya pas ada kesempatan saya foto diam-diam, kayaknya ini tindaklanjut jalan ditempat” keluhnya

BACA JUGA:  Tidak Mampu Bayar Setelah Hubungan Seks

“awalnya sih, saat saya bikin pengaduan ada oknum polres minta Rp.10 juta melalui pengacara saya, kaget aja, kan bikin pengaduan gratis, lalu saya konsultasi sama pak Sinurat (oknum Polisi tinggal dekat rumahnya)”

Tambahnya “pak Sinurat mau bantu, tapi saya disuruh nyiapin uang Rp.3 juta, setelah laporan saya diterima uang 3 juta saya kasih ke oknum di SPK Rp.300 ribu, sisanya Rp. 2,7 juta pak Sinurat suruh saya serahkan ke pak Lilik” ucap Fredy

Terkait dengan keluhan warga tersebut, saat di hubungi kabarmetro.id pada (15/06) AKBP Hery Purnomo melalui pesan whatsapp menjawab “Saksi sdh diperiksa 5 org, sp2hp sdh 2 kali dikirim, Alas hak pelapor belum diserahkan ke penyidik, Setiap pelapor akan diberi stpl, itu tg jawab spkt bukan penyidik”

BACA JUGA:  Tabir Pembunuhan di Banjar Serasan Belum Terungkap

Saat ditanya tentang biaya laporan Rp.3juta “Silahkan dilaporkan ke propam polres timur dan tlg lampirkan buktinya” jawab Kasat Reskrim melalui pesan whatsapp

Fredy juga menunjukkan beberapa bukti-bukti kepada kabarmetro.id, bahwa pada tanggal 06 Agustus 2019 telah terjadi kesepakatan bersama keluarga yang menguasai rumah telah diberi konpensasi uang kerohiman juga biaya pindah oleh keluarga Fredy sebesar Rp.100 juta.

BACA JUGA:  Benarkah JML Belum Miliki Sertifikasi Keahlian Mendapat Kepercayaan Jadi PPK

Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur No.1496/Pid.B/2012/PN.Jkt.Tim tanggal 12 September 2013 Abdullah Bin Ali Assegaf (keluarga terlapor) telah terbukti secara sahdan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘Menggunakan Surat Palsu’
Saat ditanya berkas apa yang diterima dari polres “Surat Tanda Bukti lapor saya tidak dikasih, SP2HP saya tidak pernah terima, setahu saya kalau yang saya laporkan tentang menguasai tanah tanpa hak, kok kenapa sudah hampir 6 bulan objek perkara tidak di police line?” jawab Fredy dengan gaya bingung (Notoyudo)

 10,425 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *